Impor Minyak Membengkak, Produksi Pertamina-Exxon Melempem!

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
19 April 2021 15:10
PHE WMO operasikan kembali anjungan PHE 12. (Dok. Pertamina Hulu Energi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia masih punya pekerjaan rumah menekan impor minyak yang terus membengkak. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor minyak dan gas (migas) RI pada Maret 2021 melonjak 74,74% (month to month) menjadi US$ 2,28 miliar dari US$ 1,30 miliar pada Februari 2021.

Berdasarkan data BPS, peningkatan nilai impor migas ini disebabkan oleh bertambahnya nilai impor minyak mentah sebesar 239,9% atau sebesar US$ 532,8 juta dan hasil minyak naik 58,61% atau US$ 448,7 juta.

Kenaikan terbesar dari impor minyak mentah yakni naik 239,9% menjadi US$ 754,9 juta dari US$ 222,1 juta pada Februari 2021.


Di tengah impor yang membengkak, ternyata produksi minyak mentah dari beberapa Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di dalam negeri tak mencapai target alias melempem.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Taslim Yunus. Dia menyebut, realisasi produksi minyak dari sejumlah pemain besar, termasuk PT Pertamina (Persero) hingga perusahaan asing seperti Exxon Mobil dan Chevron juga tak capai target.

Dia mengatakan, produksi minyak dari Blok Cepu yang dikelola ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) hanya mencapai 97% dari target.

"Blok Cepu, realisasinya 97% atau kurang 5.750 barel (per hari)," ungkapnya dalam wawancara bersama CNBC Indonesia, Senin (19/04/2021).

Selain Exxon, Chevron Pacific Indonesia (CPI) menurutnya juga tidak sanggup mencapai target. Menurutnya, produksi CPI dari Blok Rokan kurang 2.050 barel per hari (bph) dari target yang telah ditetapkan.

Dari perusahaan dalam negeri, Pertamina EP, unit bisnis Pertamina di bidang eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi, juga turut menyumbang penurunan produksi minyak nasional. Dia mengatakan, dari target 85.000 bph, realisasi produksi minyak Pertamina EP hanya 73.500 bph.

"Pertamina EP, target 85.000 (bph), realisasi 73.500 (bph) dan ini hanya 86% dari APBN, kurang 11.500 BOPD (bph) kurangnya. Pertamina kontribusi besar penuhi produksi Kuartal I 2021," bebernya.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading