Ribuan Buruh Mau Demo di Tengah Pengusaha Pusing Bayar THR

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
19 April 2021 14:30
Buruh berdemo di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Senin (12/4/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi berdampak luas bagi pelaku usaha hingga para pekerja yang banyak terdampak. Ada pengusaha sektor tertentu yang sedang 'pusing' menyiapkan Tunjangan Hari Raya (THR). Di sisi lain, kepentingan serikat pekerja juga terus bergulir, antara lain soal perlawanan terhadap UU Cipta Kerja (Ciptaker).

Bakal aksi buruh yang akan digelar pada 21 April nanti, terkait penolakan terhadap Undang-Undang Cipta Kerja yang dianggap tidak sah, hingga meminta hakim Mahkamah Konstitusi untuk mengabulkan judicial review secara materil maupun formil.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, mengatakan aksi 21 April nanti dilakukan pada pukul 09.00 - 12.00 WIB, diikuti lebih dari 10 ribu pekerja di 24 provinsi lebih dari 150 ribu kabupaten kota dan 1.000 pabrik diseluruh Indonesia.


"Isu yang diangkat 21 April itu meminta hakim MK (Mahkamah Konstitusi) mengabulkan judicial review secara materil maupun formil terhadap Undang-Undang Cipta Kerja," kata Said dalam Konferensi Pers virtual, Senin (19/4/2021).

Aksi yang dilakukan secara terjun langsung di lapangan. Menurut Said aksi sudah mengukuti saran dari Satgas Covid - 19 dan mengikuti protokol kesehatan, mulai dari rapid antigen hingga membawa hand sanitizer.

"Ada 100 - 150 orang di kawasan MK, lalu di provinsi ada di kantor gubernur, kantor bupati. Sedangkan 10.000 buruh protes di wilayah pabrik dengan spanduk yang dipasang ada pagar pabrik. Protokol kesehatan sesuai masing-masing pabrik," kata Said.

Kuasa Hukum Pemohon, Said Salahudin mengatakan serikat buruh mengajukan permohonan judicial review perkara nomor PUU XII 2020 pada 15 Desember 2020 lalu, tetapi baru diregistrasi pada 14 April 2021 oleh MK. Tuntunanya membatalkan Undang-Undang Cipta Kerja khususnya klaster ketenagakerjaan.

"Uji Materil sudah tiap kali persidangan, pengujian formil rabu luas di MK sidang pertama," jelasnya

Selain itu untuk aksi Mayday, 1 Mei nanti juga akan ada aksi di lapangan. Berasal dari 50 ribu buruh di 24 provinsi dan 3.000 pabrik yang tergabung dalam aksi ini.

"Bentuknya sama di lapangan, nanti akan koordinasi antara pimpinan tingkat lokasi Mayday masing-masing pabrik dan lokasi pemerintah lainya," kata Said Iqbal.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading