Sarang Burung Hingga Sawit Bikin Ekspor Maret Meroket 30%

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
15 April 2021 13:45
Aktifitas kapal ekspor impor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (15/3/2021). Bandan Pusat Statistik (BPS) merilis laporan ekspor dan impor tecatat US$ 15,27miliar atau mengalami kenaikan 8,56% dibandingkan pada Februari 2020 (year-on-year/YoY) yang mencapai US$ 14,06 miliar. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada bulan Maret senilai US$ 18,35 miliar. Realisasi ini meningkat tajam yakni 30,47% dibandingkan Maret 2020 yang tercatat US$ 14,07 miliar.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, ekspor yang tinggi ini disebabkan oleh kenaikan ekspor non migas sebesar 30,07% dan non migas 38,67%.

"Pertumbuhan ekspor Maret 2021 saat ini sangat-sangat bagus sekali dan kita berharap pertumbuhan tinggi ini tetap terjadi di bulan-bulan berikutnya," ujarnya, Kamis (15/4/2021).


Ia merinci, jika dilihat dari sektornya, semuanya mengalami pertumbuhan positif, mulai dari pertanian, industri pengolahan hingga pertambangan.

Untuk pertanian tercatat US$ 390 juta, kenaikan ekspor disebabkan oleh meningkatnya permintaan komoditas untuk sarang burung, tanaman obat aromatik, rempah-rempah seperti cengkeh dan lada putih.

Kemudian, ekspor industri pengolahan tercatat US$ 14,84 miliar yang didorong oleh kenaikan komoditas minyak kelapa sawit, besi dan baja serta kimia dasar organik.

Selanjutnya, ekspor pertambangan pada Maret tercatat US$ 2,22 miliar. Ini didorong oleh kenaikan ekspor komoditas batu bara dan timah.

"Jadi kalau dilihat disini, ekspor Maret 2021 sangat bagus sekali, karena meningkat permintaan dan dibarengi peningkatan komoditas andalan Indonesia," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading