RI Cuan Dagang dengan AS, Filipina, dan India

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
20 May 2021 13:54
Demonstrators protest Friday, June 5, 2020, near the White House in Washington, over the death of George Floyd, a black man who was in police custody in Minneapolis. Floyd died after being restrained by Minneapolis police officers.. (AP Photo/Carolyn Kaster)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data neraca perdagangan RI per April 2021. Terjadi surplus US$ 2,19 miliar pada bulan ini yang menjadi yang tertinggi tahun ini.

"Surplus kita mulai Januari merupakan yang tertinggi, kalau mundur kebelakang surplus April ini neraca perdagangan Indonesia surplus sejak 12 bulan lalu, sejak Mei tahun lalu. performa ekspor naik 51% dari sektor pertanian, industri, dan tambang, impor kita naik yoy 29,93%, impor ini terjadi untuk barang konsumsi, barang baku dan modal," jelas Ketua BPS Suhariyanto, dalam konferensi pers, Kamis (20/5/2021).

Dia menjelaskan apa yang dicapai 2021 ini sejalan dengan dari indikator lain PMI Indonesia April 54,6 di level ekspansif. Pemulihan ekonomi Indonesia dapat terjadi di 2021. Tapi pemulihan akan berbeda di masing-masing subsektor sehingga butuh perhatian khusus di masing-masing bidang.

Selain itu Indonesia juga mengalami surplus dibandingkan beberapa negara. Dengan Amerika Serikat surplus US$ 1,21 juta, dengan Filipina masih surplus US$ 554 juta, dengan India surplus US$ 439 juta.

Secara kumulatif neraca perdagangan Januari - April mengalami surplus US$ 7,72 miliar. Menurut Suhariyadi dibanding periode sama tahun sebelumnya, surplus US$ 2,22 miliar, 2019 defisit US$ 2,28 miliar.

"Performa ini harus dipertahankan dan kerja sama dari berbagai pihak menggerakkan berbagai sektor, kuncinya penanganan covid, pemerintah sudah Gerakan vaksinasi dan kita harus patuh protokol kesehatan," jelasnya.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ada Kudeta di Myanmar, Ekspor RI Terancam?


(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading