Ini 10 'Harta Karun' Ekspor RI yang Jadi Primadona di Dunia

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
20 May 2021 13:43
A general view of the Tanjung Priok Port in Jakarta, Indonesia April 16, 2018.   REUTERS/Darren Whiteside

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat StatisikĀ (BPS) merilis perkembangan ekspor dan impor Indonesia April 2021. Nilai ekspor Indonesia pada bulan April mencapai US$ 18,48 miliar naik 0,69% dibanding bulan sebelumnya.

Kenaikan ekspor didukung naiknya ekspor dari sektor migas 5,34% dan sektor non migas naik 0,44% dibanding bulan sebelumnya.

Namun, yang mengejutkan secara year on year total eksporĀ  naik 51,94%, kenaikan tertinggi dari ekspor non migas yang naik menjadi US$ 17,52 miliar di April 2021, dibanding April 2020 US$ 11,60 miliar. Ekspor non migas menyumbang 94% dari total ekspor April 2021.


Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan ekspor minyak mentah dan gas naik dari volume maupun dari sisi nilai. Sementara dari ekspor non migas ada kenaikan dari komoditas besi baja, perhiasan, permata dan logam mulia.

"Beberapa komoditas nonmigas ada peningkatan andalan Indonesia seperti kepala sawit naik 4,24% month to month (MoM), tembaga naik 3,74 MoM, emas naik 2,43% MoM. Sementara yang mengalami penurunan mulai dari karet, batu bara, coklat," jelasnya dalam konferensi pers, Kamis (20/5/2021).

Dia menjelaskan peningkatan ekspor karena adanya permintaan dan kenaikan harga dari beberapa komoditas, khususnya di sektor migas yang naik 5,34% dibanding bulan sebelumnya, industri pengolahan naik 0,56% pertambangan naik 2,33%.

"Lebih detailnya komoditas yang mengalami peningkatan di April terhadap Maret mulai dari besi/baja, naik US$ 246,2 juta, logam mulia/perhiasan permata naik US$ 177,2 juta, Biji terak dan abu logam naik US$ 108,2 jut, timah naik US$ 47,5 juta, serta mesin dan perlengkapan elektrik naik US$ 31,2 juta," jelasnya.

Namun, ekspor produk pertanian turun 14,55%, walaupun jika dibandingkan secara year on year masih naik 18,98%. Penurunan terjadi pada produk dari produk sarang burung, hasil hutan bukan kayu, tanaman obat (aromatic, rempah), kopi dan buah musiman.

Peningkatan ekspor non migas ke beberapa negara tujuan juga terjadi ke Tiongkok paling besar, Swiss, Korea Selatan, Taiwan, dan Malaysia. Sementara ekspor non migas RI ke Belanda Jepang, Bangladesh, Italia, India.

"Penurunan besar terhadap India, karena situasinya baru-baru ini," katanya.

Sementara 10 barang ekspor non migas yang masih menjadi andalan Indonesia mulai dari Lemak dan Minyak hewan nabati, bahan bakar mineral, besi/baja, mesin dan perlengkapan elektrik, kendaraan dan bagiannya, karet dan barang dari karet, logam mulia/perhiasan/permata, mesin dan peralatan mekanis, produk kimia, dan alas kaki.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading