Round Up

Subsidi Dialihkan Jadi Bansos, Harga LPG & Listrik Bisa Naik!

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
13 April 2021 06:37
Distribusi LPG 3 Kg . (Dok. Pertamina)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Keuangan pada pekan lalu kembali mengusulkan subsidi energi diberikan secara tertutup mulai 2022. Hal ini perlu dilakukan agar penyaluran subsidi energi menjadi tepat sasaran.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan bahwa pemerintah mengusulkan transformasi subsidi berbasis orang, sehingga subsidi energi seperti LPG tabung 3 kg diarahkan menjadi bantuan sosial (bansos) ke masyarakat.

"Secara garis besar, adalah transformasi subsidi berbasis orang. LPG misalnya, diarahkan ke perlindungan sosial. Harapannya, ini bisa kita lakukan 2022," ujar Febrio dalam Rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR-RI, Rabu (7/4/2021).


Ia mencontohkan, subsidi LPG 3 kg saat ini banyak dinikmati oleh bukan orang yang berhak menerimanya. Dia mengatakan, 36% dari total subsidi dinikmati masyarakat termiskin. Sementara 40% masyarakat terkaya menikmati subsidi lebih besar yakni 39,5%.

"Itu nggak adil," katanya.

Selain itu, berdasarkan hasil dari evaluasi pemerintah, terjadi gap atau selisih harga dari yang ditetapkan Pertamina dengan harga jual di pasaran. Selisih harganya bahkan mencapai hingga Rp 7 ribu untuk LPG 3 kg.

"Selisih harga jual eceran dan patokan itu, di 2020, selisihnya sekitar Rp 5.000an lebih. Di 2021, itu dengan data terbaru sekitar Rp 6.000-Rp 7.000 perbedaannya," kata Febrio.

Hal ini pun didukung Badan Anggaran DPR RI. Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah mengatakan pihaknya mendorong subsidi diubah menjadi skema pemberian bantuan sosial langsung kepada warga yang berhak menerima.

Alasannya, agar subsidi menjadi lebih tepat sasaran dan diterima oleh masyarakat dengan penghasilan terendah. Untuk itu, lanjutnya, data penerima subsidi akan disesuaikan dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial.

"Penjualan LPG akan disesuaikan dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial agar lebih tepat sasaran untuk 29,2 juta masyarakat bawah, 2,72 juta usaha mikro, 3,59 juta petani, dan 0,35 juta nelayan," ungkapnya kepada CNBC Indonesia, Jumat (09/04/2021).

Jika subsidi LPG sudah tidak lagi ditujukan pada barang, maka harga jual LPG tabung 3 kg akan ditentukan sesuai dengan harga pasar. Artinya, harga LPG 3 kg akan naik sesuai dengan harga pasar.

"Kalau uang (bansos/ subsidi) langsung diterima masyarakat, harganya kan jadi sesuai keekonomian," ujarnya.

Tarif Listrik Ikuti Harga Keekonomian
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading