DPR Usulkan Premium Dihapus, Pertalite Disubsidi, Setuju?

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
12 April 2021 13:45
Ilustrasi Pengisian BBM di SPBU Pertamina (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah angkat bicara mengenai wacana penghapusan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan nilai oktan (Research Octane Number/RON) 88 atau bensin Premium.

Menurutnya, ada dua persoalan yang dihadapi terkait bensin Premium ini, yakni dari sisi anggaran dan dari sisi lingkungan. Oleh karena itu, pihaknya mendorong agar pemerintah mengambil kebijakan menghapus Premium dan beralih ke Pertalite, bensin non subsidi dengan RON 90.

"Kalau ini (Pertalite) harus disubsidi, kita subsidi. Tapi targeted, temporary, dan perhatikan timing. Kita buang Premium RON 88, kita naik kelas ke Pertalite, Pertalite kita subsidi," paparnya dalam wawancara bersama CNBC Indonesia, Senin (12/04/2021).


Namun, subsidi yang diberikan menurutnya sebaiknya diberikan secara temporer, misalnya tiga bulan atau enam bulan. Setelah itu, subsidi dialihkan tidak lagi ke barang atau komoditas bensinnya, melainkan diberikan langsung kepada masyarakat.

"Kita ingin kawal subsidi untuk 40% masyarakat terbawah ini, bukan hilangkan subsidi," paparnya.

DPR Minta Pertamina Setop Pasok Premium, Ini Jawaban DEN  (CNBC Indonesia TV)Foto: DPR Minta Pertamina Setop Pasok Premium, Ini Jawaban DEN (CNBC Indonesia TV)
DPR Minta Pertamina Setop Pasok Premium, Ini Jawaban DEN (CNBC Indonesia TV)

Sementara itu, Satya Widya Yudha, Anggota Dewan Energi Nasional, berpendapat harus ada salah satu produk bensin Pertamina yang tetap diberikan subsidi dan tidak dilepas sesuai dengan mekanisme pasar.

"Jadi harus disepakati dulu soal produk Pertamina, harus ada satu produk yang dilindungi untuk kepentingan masyarakat banyak," jelasnya.

Jika bensin Premium dihapus, maka menurutnya harga BBM non subsidi seperti Pertalite tetap harus dikontrol pemerintah dan tidak berdasarkan mekanisme pasar.

Saat ini harga bensin Premium Rp 6.450 per liter, lebih murah dibandingkan harga bensin Pertalite dan non subsidi lainnya seperti Pertamax. Harga Pertalite kini sekitar Rp 7.650-Rp 8.000 dan Pertamax sekitar Rp 9.000-Rp 9.400 per liter.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading