Mulai Panas! Milisi Etnis Serang Polisi Myanmar, 10 Tewas

News - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
10 April 2021 16:05
In this image made from video, protesters flash the three-fingered salute while they march Saturday, Feb. 6, 2021, in Yangon, Myanmar. The military authorities in charge of Myanmar broadened a ban on social media following this week’s coup, shutting access to Twitter and Instagram, while street protests continued to expand Saturday as people gathered again to show their opposition to the army takeover. (AP Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Aliansi milisi etnis di Myanmar menyerang sebuah kantor polisi di timur negara itu pada Sabtu (10/4/2021). Dalam serangan itu sedikitnya 10 polisi dilaporkan tewas.

Dikutip Reuters, Kantor polisi di Naungmon di negara bagian Shan diserang pada waktu subuh oleh pejuang dari aliansi yang mencakup Tentara Arakan, Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang dan Tentara Aliansi Demokratik Nasional Myanmar.

Media lokal Shan News mengatakan sedikitnya 10 polisi tewas, sedangkan outlet berita Shwe Phee Myay menyebutkan jumlah korban tewas 14.


Serangan ini merupakan rangkaian serangan balik milisi etnis Myanmar kepada militer negara itu. Sebelumnya pada Kamis (8/4/2021) malam milisi etnis Kachin atau KIA dilaporkan menyerang iring-iringan junta di kota Mogaung, Negara Bagian Kachin.

Dilansir laporan media lokal Irrawaddy, kepala biro informasi KIA, Naw Bu, mengatakan bahwa kelompok tersebut menggunakan ranjau terhadap dua truk militer di dekat desa Loili Yang.

Hingga saat ini 10 milisi etnis bersenjata Myanmar telah memberikan dukungan penuh kepada Piagam Demokrasi Federal bentukan Parlemen Persatuan Pyidaungsu Hluttaw (CRPH) yang menjadi bentuk pemerintahaan tandingan.

CRPH sendiri terdiri atas anggota parlemen dari partai Liga Nasional Untuk Demokrasi (NLD) milik Aung San Suu Kyi yang digulingkan militer pada 1 Februari lalu.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak tentara menggulingkan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi pada 1 Februari, dengan lebih dari 600 orang tewas di tangan militer dalam tindakan keras terhadap protes anti-kudeta.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading