Internasional

IMF Sebut Banyak Negara Susah Pulih dari Corona

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
09 April 2021 09:05
Managing Director Kristalina Georgieva, September 25, 2019, Washington. [Photo: AFP/Eric Baradat]

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah pemulihan dari krisis pandemi yang belum berakhir, Dana Moneter Internasional (IMF) meminta pembuat kebijakan untuk terus mengeluarkan uang guna menopang ekonomi global dan memastikan tidak ada yang tertinggal.

Tanpa bantuan itu, serta pembiayaan tambahan dari dana dan Bank Dunia (World Bank), negara berkembang dan orang miskin di banyak negara dapat kesulitan untuk pulih dari gelombang pandemi Covid-19.


Pada akhir pertemuan musim semi tersebut, direktur pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengatakan dukungan lanjutan diperlukan untuk mengurangi dan menyembuhkan luka pada perekonomian dunia.

"Kami ingin memastikan setiap orang memiliki kesempatan yang adil untuk kehidupan yang lebih baik," kata Georgieva pada Kamis (8/4/2021), dikutip dari AFP.

Dukungan ini artinya mempercepat akses ke vaksin dan memanfaatkan peluang yang diberikan oleh krisis untuk berinvestasi dalam teknologi hijau, yang dapat menciptakan pekerjaan dengan gaji yang baik.

Sebelumnya, IMF dan Bank Dunia telah mengumumkan rencana untuk mengintensifkan fokus pada investasi hijau dan aspek ramah iklim dari program pinjaman mereka.

IMF kini memproyeksikan pertumbuhan global 6% tahun ini setelah kontraksi 3,3% tahun lalu, dan mengkreditkan US$ 16 triliun atau Rp 233 kuadriliun (asumsi Rp 14.600/US$) belanja publik global selama pandemi, menjaga resesi masa damai terburuk dalam satu abad menjadi tiga kali lebih parah.

Selain itu, IMF juga akan mengajukan proposal kepada dewannya pada bulan Juni. Georgieva mengatakan dana tersebut bekerja dengan negara-negara kaya untuk mengalihkan sebagian dana dari bagian mereka untuk membantu negara-negara berkembang.




[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading