Top! Prabowo Pesan 25 Ribu Senapan Pindad

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
02 April 2021 12:50
Prabowo Subianto

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) memesan 25 ribu senapan otomatis jenis SS2-V5 A1 produksi PT Pindad Persero. Senapan itu akan dipergunakan oleh pasukan Komponen Cadangan (Komcad) untuk latihan.

"Penting untuk dicatat, bahwa penggunaan senjata untuk Komcad digunakan pada saat latihan, jadi bukan nanti Komcad (Senjatanya) dibawa-bawa pulang, tidak seperti itu," kata Kepala Biro Humas Setjen Kemenhan Marsma TNI Penny Radjendra mengutip CNN Indonesia, Kamis (1/4/2021).

Berdasarkan PP3/2021, setiap warga negara Indonesia berhak ikut mendaftar untuk mengikuti pelatihan Komcad dengan syarat turunan lainnya. Meski begitu, tidak ada unsur paksaan bagi warga mendaftar Komcad. Semua dilakukan atas kesadaran sendiri, dan dipastikan berbeda dengan wajib militer yang menekankan unsur wajib bagi masyarakatnya.


Kemenhan sendiri menargetkan pembentukan Komcad di paruh pertama sebanyak 35 batalyon atau sebanyak 25 ribu prajurit. Pembentukan Komcad ini sesuai dengan amanat UU No 23 tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional Untuk Pertahanan Negara.

Intinya, Penny menekankan pemesanan senjata ini hanya untuk latihan. Jadi dipastikan tidak ada pasukan yang membawa senjata keluar dari latihan Komcad ini.

"Penting untuk dicatat, ini tidak akan dibawa Komcad di luar latihan ini untuk latihan," jelas Penny.

Sedikit informasi tentang senjata yang dipesan SS2-V5 A1, memiliki ukuran 5,56x45 mm dengan berat tanpa peluru 3,35 Kg, dengan peluru 3,71 Kg. Dilengkapi dengan popor lipat, yang dapat diganti dengan popor teleskopik. Senjata ini memiliki jarak tembak efektif sejauh 200 meter menggunakan peluru Ordinary Ball Cartridge MU5-TJ atau SS 109, blank cartridge MU5-H.

Dalam wawancara CNBC Indonesia, Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen (Purn) TB Hasanuddin mengatakan kemampuan TNI menduduki urutan pertama di Asia Tenggara saat ini. Sehingga belum ada urgensi untuk pembentukan Komcad.

"Daripada membentuk Komcad, lebih baik pemerintah fokus mendorong perbaikan komponen utama seperti TNI yang masih memilik banyak pekerjaan rumah,"jelasnya.

 


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading