Penasihat Gedung Putih: Astrazeneca Buang Saja!

News - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
02 April 2021 12:40
White House USA

Jakarta, CNBC Indonesia - Vaksin AstraZeneca tidak dibutuhkan untuk program vaksinasi di AS. Ahli penyakit menular, Anthony Fauci bahkan menyebut tidak memerlukan tambahan pasokan dari vaksin tersebut untuk program vaksinasi di dalam negeri.

Kepala penasihat medis untuk gedung putih AS itu menyebutkan jika negara tersebut memiliki kontrak yang cukup dengan pembuat vaksin lain bagi seluruh populasi. Termasuk melakukan suntikan vaksin untuk penguat di musim gugur mendatang.

"Masih belum jelas (menggunakan vaksin AstraZeneca di AS). Perasaan saya kontrak yang kami miliki dengan sejumlah perusahaan, kami punya vaksin yang cukup untuk memenuhi kebutuhan kami tanpa AstraZeneca," ungkapnya dikutip dari Reuters, Jumat (2/4/2021).


Dia menyebutkan AS akan mendapatkan pasokan dari Johnson&Johnson, Novavax, serta Moderna. Jumlah dosis dari ketiganya ditambah jika memiliki kontrak perusahan lain kemungkinan bisa meningkatkan jumlah pasokan dalam negeri.

Walaupun tampak yakin dapat memenuhi kebutuhan tersebut, dr. Fauci mengaku semua ini masih belum pasti.

"Tapi saya tidak bisa mengatakannya dengan pasti," kata dia.

AstraZeneca memang memiliki banyak masalah dalam beberapa waktu terakhir. Misalnya tahun lalu saja perusahaan bersama dengan Universitas Oxford mengeluarkan data uji coba dengan dua efikasi yang berbeda dengan alasan adanya kesalahan dosis.

Lalu bulan Maret lalu, otoritas kesehatan AS menyebutkan data dari AstraZeneca tidak memberikan gambaran lengkap sosial efikasi. Beberapa hari kemudian, perusahaan mempublikasi hasil kemanjuran yang berkurang dari data sebelumnya namun diklaim masih memiliki efikasi yang kuat.

Belum lama ini juga sejumlah negara menemukan adanya kasus pembekuan darah pada penerima vaksin AstraZeneca. Dampak dari kasus tersebut, sejumlah negara melakukan penangguhan penggunaan vaksin tersebut.

Beberapa negara yang melakukan penundaan adalah Jerman, Venezuela, Perancis dan Italia. WHO juga bergerak cepat melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Tak berselang lama, otoritas kesehatan di bawah PBB itu mengumumkan anjuran negara-negara di dunia untuk tetap melanjutkan penggunaan vaksin AstraZeneca dalam program vaksinasinya. Pihak WHO menyebutkan tidak ada bukti antara kasus pembekuan darah dengan vaksin AstraZeneca saling berkaitan.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading