Guru Sudah Divaksin, Sekolah Wajib Sediakan Opsi Tatap Muka

News - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
01 April 2021 14:35
Persiapan Sekolah Tatap Muka di Jakarta (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim menegaskan bagi sekolah yang tenaga pendidiknya sudah di vaksinasi harus menyediakan pilihan sekolah tatap muka secara terbatas tidak menunggu hingga Juli 2021.

Nadiem Makarim mengatakan Indonesia sedikit tertinggal dibandingkan negara Asia Pasifik. Dimana sebanyak 85% diantaranya sudah melakukan pendidikan tatap muka secara penuh.

"Kenyataannya kita harus hidup dengan virus ini, jadi mau tidak mau kita tidak punya opsi kita harus sekolah tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat. Dari sisi kesiapan, sudah banyak yang dilakukan untuk akselerasi," kata Nadiem di Jakarta, Kamis (01/04/2021).


Dia menambahkan akselerasi yang dilakukan adalah vaksin yang diberikan untuk 5,5 juta guru dan tenaga pendidik. Hingga akhir Juni vaksinasi diharapkan selesai, sehingga pada Juli 2021 seluruh sekolah bisa menyediakan pilihan sekolah tatap muka. Selain itu dana (Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bisa memberikan fleksibilitas untuk sekolah melakukan persiapan sekolah tatap muka.

"Ini tidak diterapkan Juli 2021, tetapi diterapkan mulai sekarang targetnya selesai semua sekolah tatap muka Juli untuk tahun ajaran baru. Jangan salah persepsi semua sekolah yang guru-gurunya sudah di vaksin harus menyediakan opsi tatap muka. Yang tidak boleh dipaksa itu orang tuanya, yang masih bebas memilih anaknya ikut sekolah tatap muka atau pembelajaran jarak jauh," katanya.

Data terakhir menyebutkan 550 guru dan tenaga pendidik sudah divaksinasi. Meski masih jauh dari target 5,5 juta, Nadiem mengharapkan masing-masing pemerintah daerah dapat mengikuti arahan Menteri Kesehatan dimana guru menjadi prioritas pada vaksinasi pekerja publik.

Wakil Komisi X DPR RI, Dede Yusuf mengatakan sebanyak 72-85% orang tua di Kabupaten Bogor ingin melakukan sekolah tatap muka. Ada sekitar 250 sekolah yang disiapkan untuk melakukan pembelajaran tatap muka, namun hanya 170 sekolah yang siap. Menurutnya beberapa sekolah yang sudah memulai pendidikan tatap muka baru melaksanakannya selama 2 jam.

"Yang kami temukan bahwa masalah utama terbesar bukan dari siswa, tetapi keluarga yang memiliki komorbid. Kami minta dinas kesehatan apakah siswa tersebut tinggal bersama keluarga yang komorbid kalau ada sebaiknya tidak berangkat. Perjalanan anak menuju sekolah menggunakan kendaraan umum dan belum melakukan protokol kesehatan terutama angkutan umum, kami minta pemerintah daerah menyiapkan angkutan dengan protokol kesehatan yang ketat," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(yun/yun)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading