Internasional

Gertak AS! Kim Jong Un Beri Peringatan Keras ke Biden

News - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
27 March 2021 09:24
In this photo provided by the North Korean government, North Korean leader Kim Jong Un claps his hands at the ruling party congress in Pyongyang, North Korean, Sunday, Jan. 10, 2021. Kim was given a new title, “general secretary” of the ruling Workers’ Party, formerly held by his late father and grandfather, state media reported Monday, Jan. 11, in what appears to a symbolic move aimed at bolstering his authority amid growing economic challenges. Independent journalists were not given access to cover the event depicted in this image distributed by the North Korean government. The content of this image is as provided and cannot be independently verified. Korean language watermark on image as provided by source reads:

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un pada Sabtu (27/3/2021) memberikan sebuah peringatan keras kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden bahwa ia telah mengambil langkah pertama yang salah dan mengungkapkan "permusuhan yang mendalam" dengan mengkritik uji coba rudal nuklir negara komunis itu.

Dikutip Reuters, Ri Pyong Chol, Sekretaris Komite Sentral Partai Buruh yang berkuasa di Korut, mengatakan uji coba itu bersifat pertahanan diri terhadap ancaman yang ditimbulkan oleh Korea Selatan (Korsel) dan AS dengan latihan militer gabungan dan senjata canggih mereka.

"Kami mengungkapkan keprihatinan mendalam kami atas kepala eksekutif AS yang menyalahkan uji coba reguler, pelaksanaan hak negara kami untuk membela diri, sebagai pelanggaran 'resolusi' PBB dan secara terbuka mengungkapkan permusuhannya yang mendalam," kata Ri dalam pernyataan, dilansir kantor berita resmi KCNA.


Pernyataan Biden adalah "pelanggaran tersembunyi atas hak negara kita untuk membela diri dan provokasi," katanya. Dia menambahkan Washington mungkin akan menghadapi "sesuatu yang tidak baik" jika terus membuat "pernyataan yang tidak dipikirkan."

"Kami sama sekali tidak mengembangkan senjata untuk menarik perhatian seseorang atau mempengaruhi kebijakannya," kata Ri.

"Saya pikir pemerintahan AS yang baru jelas mengambil langkah pertama yang salah."

Bahkan Ri juga mengatakan Washington bersikeras pada "logika seperti gangster" untuk dapat membawa aset nuklir strategis ke Korea Selatan dan menguji rudal balistik antarbenua sesuai keinginannya, tetapi melarang Korea Utara untuk menguji bahkan senjata taktis.

"Kami tahu betul apa yang harus kami lakukan," katanya. "Kami akan terus meningkatkan kekuatan militer kami yang paling menyeluruh dan luar biasa."

Sebelumnya Presiden Biden melalui juru bicara kementerian luar negerinya, Jalina Porter, menyatakan bahwa program rudal nuklir Korut telah menimbulkan ancaman besar bagi dunia.

"Program rudal balistik dan nuklir Korea Utara yang melanggar hukum merupakan ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan internasional," katanya dalam jumpa pers reguler.

"Saya tidak dapat cukup menggarisbawahi bahwa presiden dan tim keamanannya terus menilai situasi dan salah satu prioritas terbesar kami saat ini adalah memastikan bahwa kami berada di halaman yang sama dengan sekutu dan mitra kami."


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading