Ditarget Rampung Oktober, Nuklir Masuk dalam RUU EBT?

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
25 March 2021 13:30
Listrik

Jakarta, CNBC Indonesia - Rancangan Undang-Undang Energi Baru dan Terbarukan (RUU EBT) yang merupakan usulan Komisi VII DPR RI masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2021.

Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto optimis jika RUU EBT ini akan rampung pada Oktober 2021. Lalu apakah nuklir masuk di dalamnya? Mengenai nuklir dia sebut sudah masuk dan dibahas di dalam draft. Namun keputusan akhir apakah masuk dalam RUU EBT belum diputuskan.

"Masuk apa tidak kan belum diputuskan, tapi sebagai pendapat dari berbagai masyarakat nuklir sudah kita dengarkan," ungkapnya saat ditemui di DPR RI, Rabu, (24/03/2021).


Masuk tidaknya nuklir dalam RUU EBT dia sebut akan diputuskan dalam mini fraksi. Juga akan ditentukan apakah nama RUU ini EBT atau Energi Terbarukan (ET).

"Belum diputuskan bentuknya apa. Kita tampung semua masukan," ujar Sugeng.

RUU EBT ini ditargetkan rampung pada Oktober 2021 mendatang, draft terakhir menurutnya sudah masuk pada 25 Januari 2021.

"Kita sudah melakukan seminar dengan kampus-kampus besar, ITB, UI, UGM, ITS dan lainnya. Juga dengan kelompok profesi, dengan ikatan pemanfaatan tenaga surya dan sebagainya," tuturnya.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), bauran energi baru terbarukan hingga 2020 baru mencapai 11,51%, padahal pemerintah menargetkan bauran EBT pada 2025 minimal mencapai 23%.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan capaian bauran EBT yang masih rendah ini juga disebabkan karena adanya pandemi Covid-19.

"Penambahan kapasitas terpasang pembangkit listrik berbasis EBT 176 MW di 2020, tidak cukup besar dari target 23% di 2025, karena pandemi Covid-19, ada beberapa pembangkit digeser COD (Commercial Operation Date)-nya mundur ke tahun ini," tutur Dadan saat konferensi pers, Kamis (14/01/2021). 


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading