Analisis

Pak Jokowi, Jadi Kapan RI Bisa Jadi Negara Bebas Karbon?

News - Ferry Sandria, CNBC Indonesia
24 March 2021 14:25
Presiden Joko Widodo & Wapres Ma'ruf Amin memimpin Rapat Terbatas

Jakarta, CNBC Indonesia - Masih ingat peristiwa sekitar 5 tahun lalu, Desember 2015? Saat itu 196 perwakilan dari berbagai negara bertemu di Paris, Prancis. Pertemuan United Nations Framework Convention on Climate Change (COP21) itu membahas tentang masa depan bumi dan keberlanjutan umat manusia sebagai spesies utama yang mendiami planet biru.

Pada pertemuan tersebut mereka membahas mengenai kontribusi langsung umat manusia terhadap krisis perubahan iklim.

Perubahan iklim berdampak langsung terhadap lingkungan, bermuara menjadi problematika besar yang tidak dapat terelakkan lagi mulai dari kekeringan, gelombang panas, banjir, badai hingga kebakaran hutan.


Pada 12 Desember 2015 Kesepakatan Paris resmi ditandatangani untuk mengurangi emisi karbon di atmosfer demi menjaga kenaikan suhu global di bawah 2 derajat celsius, sembari berupaya untuk membatasi peningkatan suhu di angka 1,5 derajat celsius dari waktu sebelum dimulainya industrialisasi (1850-1900).

Dari kesepakatan ini Korea Selatan, Jepang, Inggris serta 110 negara lain berjanji untuk mengurangi emisi karbon di masa depan, dan menjadi negara bebas karbon di tahun 2050, dengan China menyusul sebelum 2060.

Saat ini hanya Bhutan, kerajaan kecil di pegunungan Himalaya yang emisi gas rumah kacanya (GRK) tidak melebihi penyerapan karbon oleh hutan.

Indonesia sendiri berjanji mengurangi 29% total emisi per tahun 2030, dan siap mengurangi hingga 41% dengan syarat mendapat bantuan dan kooperasi internasional.

NEXT: Uji Coba Perdagangan Karbon

Uji Coba Perdagangan Karbon
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading