Penjelasan Bos Bappenas Soal Kapan Pandemi Berakhir, Simak!

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
21 March 2021 08:45
Warga menjalani tes usap atau swab test di GSI Lab (Genomik Solidaritas Indonesia Laboratorium), Cilandak, Jakarta, Senin (2/11/2020). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah memastikan akan melakukan berbagai upaya agar Indonesia bisa segera mempercepat kekebalan komunal (herd immunity) yang telah ditargetkan pada 2022 mendatang.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengemukakan, pemerintah akan memastikan jumlah orang yang divaksinasi lebih masif dari saat ini.

"Ini kita sedang mengejar kalau bisa sampai satu juta per hari. Maka mudah-mudahan herd immunity bisa digapai lebih cepat," kata Suharso saat berbincang dengan CNBC Indonesia, dikutip Minggu (21/3/2021).

Suharso mengaku Indonesia masih dalam jalur yang tepat dalam upaya mempercepat herd immunity. Tolok ukurnya, pemerintah merasa kondisi Indonesia masih jauh lebih baik dari negara lainnya.

"Saya harus membandingkan dengan negara lain kalau bandingkan dengan negara kita tidak terpuruk sekali dalam kontraksi ekonomi, tidak terpuruk dalam," ujar Suharso.

Dalam dokumen presentasi Kementerian PPN/Bappenas saat rapat kerja bersama Komisi XI DPR, pekan lalu, terungkap bahwa herd immunity bisa tercipta pada 15 Maret 2022 di Indonesia.

Herd immunity bisa tercapai saat 70% dari total penduduk Indonesia yang sudah mendapatkan suntikan vaksin. Untuk mencapai target ambisius tersebut, sebanyak 181,5 juta penduduk Indonesia sudah divaksinasi.



Ketika 70% penduduk Indonesia disuntik vaksin angka reproduksi (Rt) diharapkan sama dengan satu atau kurang dari satu. Artinya, intervensi yang dilakukan pemerintah, fasilitas kesehatan dan masyarakat dikatakan berhasil, penularan Covid-19 bisa ditekan dan dikendalikan.

Dalam pemaparan itu, herd immunity tersebut bisa dicapai 15 bulan setelah program vaksinasi dijalankan. Tahap pertama penyuntikan vaksin dilakukan pada 14 Januari 2021 silam.

Catatan Bappenas, vaksinasi akan dilakukan dalam dua gelombang. Gelombang pertama dilakukan pada Januari hingga April 2021. Targetnya 1,4 juta tenaga kesehatan, 17,4 juta petugas publik, dan 21,5 juta lanjut usia (lansia).

Gelombang kedua dilakukan pada April 2021 hingga 2022. Vaksinasi akan dilakukan pada 63,9 juta masyarakat rentan atau masyarakat yang berada di daerah dengan risiko tinggi. Selanjutnya masyarakat lainnya dengan pendekatan kluster sesuai ketersediaan vaksin sebanyak 77,4 juta penduduk.

Meski demikian, Bappenas mengungkapkan pandemi Covid-19 di Indonesia masih menunjukkan pencegahan masih belum maksimal. Screening dan tracing & tracking masih terbatas, sistem surveilans penyakit belum terintegrasi dan belum real-time, serta kapasitas pengujian di laboratorium lemah.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading