Hemat Energi, Biaya Bisa Ditekan Sampai Rp 15,4 T

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
18 March 2021 14:55
Melihat Gardu Induk 150kV Kendari. CNBC Indonesia/Muhammad Sabki

Jakarta, CNBC Indonesia - Efisiensi pemakaian energi akan berdampak pada penghematan biaya sampai dengan Rp 15,4 triliun. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana.

Dadan mengatakan, potensi penghematan tersebut berasal dari asumsi penghematan listrik setara 13,8 Tera Watt hour (TWh).

Dia mengatakan, di sektor energi pemerintah menargetkan penurunan emisi sebesar 314-398 juta ton CO2 pada 2030 mendatang, naik sekitar lima kali lipat dari penurunan emisi karbon pada 2020 yang mencapai 64,4 juta ton CO2.


Adapun capaian penurunan emisi sebesar 64,4 juta ton pada 2020 diperoleh dari pemanfaatan EBT 53%, efisiensi energi 20%, bahan bakar fosil rendah karbon 13%, pemanfaatan teknologi pembangkit energi bersih 9%, dan reklamasi lahan tambang 4%.

"Penerapan efisiensi energi 20% setara dengan penghematan energi dalam bentuk listrik 13,8 Tera Watt hour (TWh), ini ekuivalen dengan biaya Rp 15,4 triliun dengan kontribusi ke penurunan gas rumah kaca 12,9 juta ton," ungkapnya dalam acara peluncuran 'Penghargaan Subroto Bidang Efisiensi Energi 2021', Kamis (18/03/2021).

Dia mengatakan, pemerintah juga terus mendorong pemanfaatan energi ke arah energi bersih, baik dari sisi suplai dan permintaan. Menurutnya, dari sisi suplai, pemerintah menargetkan bauran energi baru terbarukan sebesar 23% pada 2025.

Sementara dari sisi permintaan, ditetapkan target penurunan intensitas energi final sebesar 17% pada 2025. Dia mengatakan, upaya yang dilakukan pada sisi suplai dan permintaan sejalan dengan program jaga lingkungan sebagai aksi mitigasi melawan perubahan iklim.

"Konservasi energi memegang peranan yang sangat penting," ujarnya.

Dia mengatakan, sejumlah program percepatan efisiensi energi telah dilakukan, antara lain penerapan manajemen energi, standardisasi dan labelisasi tingkat hemat energi.

Lalu, penerapan teknologi hemat energi termasuk kendaraan listrik dan kompor induksi, serta pengembangan usaha konservasi energi.

"Dan terakhir, peningkatan awareness (kesadaran) peningkatan ketertarikan melalui sosialisasi secara masif dan pemberian penghargaan," tegasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading