Trump 'Ngamuk' Lagi ke Partai Republik, Ada Apa Nih?

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
07 March 2021 13:30
Infografis/ Seminggu sebelum ganti presiden, Sah! DPR AS Memakzulkan Trump/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali bersitegang dengan Partai Republik. Kali ini pihak Trump menuntut agar tiga kelompok dari Partai Republik berhenti menggunakan nama dan gambar Trump untuk penggalangan dana.

Dilansir dari Reuters, seorang penasihat Trump pada Sabtu (6/3/2021) mengatakan, pengacara Trump pada Jumat (5/3/2021) telah mengirim surat ke Komite Nasional Republik, Kampanye Kongres Nasional Republik dan Kampanye Senat Republik Nasional. Trump meminta mereka untuk berhenti menggunakan nama dan gambarnya dalam penggalangan dana melalui email dan barang dagangan.

Penasihat itu mengatakan Trump sensitif terhadap penggunaan nama dan gambarnya untuk tujuan pencitraan merek. Selain itu, Trump juga kesal karena ketiga kelompok tersebut telah mendukung anggota parlemen dari Partai Republik yang bergabung dengan Demokrat dalam pemungutan suara untuk memakzulkannya atas insiden 6 Januari 2021 di Capitol AS oleh pengunjuk rasa pro-Trump.



Trump menggunakan Save America SuperPAC-nya untuk mengumpulkan uang sebagian untuk membantu kandidat Republik yang dipilih sendiri dalam pemilihan kongres 2022. Beberapa dari mereka diharapkan untuk menantang petahana Republik.

'Perang saudara' telah meletus di dalam Partai Republik. Trump juga telah mengobarkan perang kata-kata dengan para pendukung Partai Republik, yang beberapa di antaranya sempat bergabung dengan Partai Demokrat dalam memakzulkannya.

Trump, yang kini tinggal di klub Mar-a-Lago di Palm Beach, Florida, menyiratkan kemungkinan mencalonkan diri lagi sebagai presiden pada 2024 ketika dia berpidato di konferensi konservatif Minggu lalu.

Namun, Trump juga telah berkomitmen untuk membantu Partai Republik mencoba memenangkan kendali Dewan Perwakilan Rakyat AS dan Senat dalam pemilihan kongres 2022 yang akan menjadi referendum pertama tentang kepemimpinan Presiden Demokrat Joe Biden.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading