Internasional

Presiden Ini 'Teriak' Minta Vaksin ke Negara Kaya dan PBB

News - Sefti Oktarianisa, CNBC Indonesia
24 February 2021 09:55
Suasana vaksinasi Covid-19 terhadap para tokoh lintas agama bertempat di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Selasa (23/2/2021). Pelaksanaan vaksinasi di Masjid Istiqlal dilakukan di bagian bawah atau bagian basement masjid. Para tokoh lintas agama yang divaksinasi diharapkan dapat dijadikan contoh dan teladan untuk memberikan sosialisasi pentingnya vaksinasi. Terlebih, vaksin ini sudah dinyatakan halal dan aman oleh Majelis Ulama Indonsia (MUI), Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM) dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Alasan pemerintah melakukan vaksinasi di Masjid Istiqlal karena luas bangunan tempat ibadah umat Muslim ini terbesar di Indonesia. Seperti diketahui, vaksin Covid-19 mulai diberikan kepada masyarakat umum selain tenaga kesehatan.
 (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden dari dua negara di Amerika Latin, Meksiko dan Argentina, mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan negara-negara kaya dunia untuk meningkatkan akses vaksin Covid-19 ke negara miskin.

Dilansir dari Reuters, Rabu (24/2/2021), Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador mengatakan skema PBB untuk memastikan negara miskin mendapatkan vaksin tidak jalan. Menurut Andres, 80% suplai vaksin dunia terkonsentrasi di 10 negara saja, dan ini sangat tidak adil.

"Di mana persaudaraan universal? PBB harus intervensi," kata Andres dalam konferensi pers besama Presiden Argentina, Alberto Fernandez.

Sementara Fernandez mengatakan, dia dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron mendorong deklarasi di G20 bahwa vaksin adalah barang global.



Menurut Our World In Data dari Oxford, Meksiko telah telah menyuntik 1,3 vaksin dari 100 populasi, sementara Argentina 1,6. Sedangkan Inggris 27,0 dan AS 19,2. Untuk dunia secara rata-rata adalah 2,7.

Ketidaksetaraan yang tajam dalam vaksin antara negara di dunia memunculkan kritikan keras. Bahkan Andres menuduh negara-negara kaya menimbun pasokan vaksin. Isu ini telah disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Meksiko, Marcelo Ebrard, ke Dewan Keamanan PBB.




Meksiko dan Argentina tengah menghadapi kritikan internal terkait usaha mereka yang belum berhasil dalam meningkatkan jumlah vaksin untuk populasinya. Proyek kedua negara ini dalam membuat vaksin AstraZeneca untuk Amerika LAtin belum membuahkan hasil.

Menurut Andres, suntikan pertama vaksin AstraZeneca baru akan terlaksana awal April. Ini mundur dari rencana awal di Maret.


[Gambas:Video CNBC]

(wed/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading