Ekspor RI Tiba-Tiba Melonjak, Eksportir Ungkap Pemicunya

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
16 February 2021 12:55
FILE PHOTO: A container ship is loaded at a terminal in the harbour of Hamburg, Germany September 23, 2012.     REUTERS/Fabian Bimmer/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Ekspor Indonesia meningkat dalam di bulan Januari kemarin. Neraca perdagangan pada Januari juga surplus akibat kontraksi atau penurunan pada nilai impor.

Melihat hal ini, Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno menjelaskan ekspor Indonesia naik karena demand dalam negeri saat ini sedang turun. Ditunjukkan dari nilai impor yang turun yang mencerminkan konsumsi dalam negeri berkurang.

"Ekspor kita karena pasar dalam negeri demand turun. Jadi importasi turun mencerminkan konsumsi dalam negeri berkurang banyak. Sehingga kita surplus dari ekspor kita, usaha ekspor kita ini tidak bisa berhenti karena pasarnya cukup besar, walaupun ceruknya kecil tapi bisa menghantarkan kita memperkuat nilai tukar rupiah kita yang kian menguat terhadap ke US Dollar," katanya kepada CNBC Indonesia, Selasa (16/2/2021).


Benny menjelaskan Indonesia memiliki beberapa komoditas yang tidak dimiliki negara lain. Produk hortikultura atau buah tropis yang biasa disebut exotic fruit, juga sedang meningkat demand-nya. Benny menyebut beberapa komoditas non migas lainnya yang sedang naik daun seperti minyak nabati dari sawit, kopi dan coklat.

"Selain itu yang besar ya masih dari CPO, batu bara, serta sekarang ada produk baru turunan dari nikel. Dari nikel kita memasok 40% kebutuhan dunia. Saat ini kita dapat call dari Uni Eropa karena suplai nikel turunan itu tidak boleh mentah tapi harus diproses dulu dalam negeri ini yang sedang masalah di WTO (World Trade Organization), Eropa protes akan hal ini," katanya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto mengumumkan nilai ekspor Indonesia di bulan Januari sebesar US$ 15,3 miliar, tumbuh 12,24% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya (year on year). Sementara nilai impor mencapai US$ 13,34 miliar atau turun 6,49% year on year. Sehingga secara keseluruhan neraca dagang RI di Januari 2021 mengalami surplus US$ 1,96%.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

RI Cuan Dagang dengan AS, Filipina, dan India


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading