Internasional

Good Bye Pemakzulan, Trump Bisa Nyalon Presiden AS 2024

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
15 February 2021 14:28
President Donald Trump and first lady Melania Trump walk to board Marine One on the South Lawn of the White House, Wednesday, Jan. 20, 2021, in Washington. Trump is en route to his Mar-a-Lago Florida Resort. (AP Photo/Alex Brandon)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berhasil selamat dari sidang pemakzulan atas tuduhan menghasut pemberontakan di gedung Capitol AS di Senat pada Minggu (14/2/2021).

Mayoritas anggota Senat dari Partai Republik menolak untuk menghukum Trump dalam persidangan pemakzulan kedua yang pertama dalam sejarah AS.


Hasil voting menunjukkan, sebanyak 57 suara senat sepakat memakzulkan Trump dengan 43 lainnya menolak. Namun suara setuju tersebut belum cukup untuk menghukum Trump, butuh 2/3 atau 67 senat untuk menghukumnya atas kerusuhan di gedung Capitol.

Dalam voting tersebut 7 suara Partai Republik ikut bergabung dengan 50 suara senat dari Partai Demokrat yang setuju atas pemakzulan tersebut.

Pasca Trump dinyatakan lolos dari pemakzulan, anggota Partai Republik di Senat menunjukkan sedikit antusiasme untuk kemungkinan pihak mereka dapat memenangkan pemilihan kembali dalam mendapatkan kuasa atas Gedung Putih kedua pada tahun 2024 mendatang.

Kini Trump, presiden pertama dalam sejarah AS yang dimakzulkan dua kali, dapat mencalonkan diri untuk masa jabatan lain pada 2024.

Meski reputasinya ternoda, Trump dapat mempertahankan dukungan dari basis partai dan membiarkan opsi politiknya terbuka, baik untuk mencalonkan diri kembali atau untuk mempengaruhi karir politik lainnya di Partai Republik.

Jajak pendapat selama persidangan menunjukkan mengapa senator Republik takut untuk menghukum Trump, dengan 69% dari Partai Republik mengatakan mereka akan cenderung memilih kandidat politik di negara bagian mereka jika menemukan Trump bersalah dalam persidangan.

Pemimpin Senat Republik Mitch McConnell mengatakan kepada rekan-rekannya dari Partai Republik sebelumnya bahwa dia akan memilih untuk membebaskan, bahkan ketika dia mengisyaratkan ini harus menjadi pemungutan suara menurut hati nurani masing-masing anggota.

Suara hati nurani memberikan kelonggaran kepada senator untuk memilih apa yang mereka anggap benar, tetapi juga untuk memilih sesuai dengan situasi politik pribadi mereka sendiri.

Hal ini dilakukan karena sepertiga dari Senat akan mengikuti pemilihan tahun depan, dengan Partai Republik mempertahankan sebagian besar kursi, 20 dari 34 kursi, termasuk kursi di beberapa negara bagian.

Di akhir peristiwa pemakzulan ini, baik dari pihak Demokrat dan Republik sama-sama mengklaim kemenangan. Partai Demokrat mengajukan kasus mereka, tidak hanya ke Senat, tetapi kepada rakyat Amerika, dengan harapan mencetak kemenangan di pengadilan opini publik.

Sementara Partai Republik sekali lagi membuktikan kesetiaan mereka kepada mantan presiden dengan memberikan suara untuk membebaskan, dan menghindari reaksi dari Trump dan pendukungnya.

Trump juga mengklaim kebebasan dan mempertahankan reputasinya sebagai presiden Teflon.

"Gerakan bersejarah, patriotik, dan indah kami untuk Make America Great Again baru saja dimulai," kata Trump dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan beberapa saat setelah pemungutan suara Senat, dikutip dari ABC.net.au.

"Di bulan-bulan mendatang saya memiliki banyak hal untuk dibagikan dengan Anda, dan saya berharap dapat melanjutkan perjalanan luar biasa kita bersama untuk mencapai kebesaran Amerika bagi semua orang kita."


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading