Internasional

Adakah "Angin Surga"? Ini Isi Percakapan Biden & Xi Jinping

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
11 February 2021 17:04
FILE - In this Dec. 4, 2013, file photo, Chinese President Xi Jinping, right, shakes hands with then U.S. Vice President Joe Biden as they pose for photos at the Great Hall of the People in Beijing. As Americans celebrate or fume over the new president-elect, many in Asia are waking up to the reality of a Joe Biden administration with decidedly mixed feelings. Relief and hopes of economic and environmental revival jostle with needling anxiety and fears of inattention. The two nations are inexorably entwined, economically and politically, even as the U.S. military presence in the Pacific chafes against China’s expanded effort to have its way in what it sees as its natural sphere of influence. (AP Photo/Lintao Zhang, Pool, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping akhirnya berkomunikasi. Keduanya melakukan percakapan melalui telepon, yang pertama, sejak Biden menggantikan Donald Trump sejak 20 Januari lalu.

Sejumlah media barat mengabarkan, hal ini menjadi upaya baru Biden untuk kembali menjalin relasi baik dengan China. Apalagi komunikasi dilakukan menjelang Tahun Baru Imlek.

Ada beberapa isu yang dibicarakan kedua pemimpin negara. Biden menyampaikan beberapa hal yang dianggap menjadi momok permasalahan konflik AS-China.


Pertama Biden mengangkat masalah pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang selama panggilan pertamanya dengan mitranya dari China Xi Jinping. Selain itu, menurut laporan BBC, Biden juga menekan Xi pada perdagangan, tindakan keras di Hong Kong dan ketegangan yang sedang berlangsung dengan Taiwan.

Sementara itu, menurut televisi pemerintah China, Xi memperingatkan Biden bahwa hubungan buruk akan menjadi bencana bagi kedua negara.

Tak lama berselang, Biden mencuitkan dalam akun Twitter resminya mengenai panggilan telepon itu sambil menyatakan bahwa ia siap bekerja sama dengan China di masa yang akan datang.

"Saya mengatakan kepadanya (Xi Jinping) bahwa saya akan bekerja dengan China jika hal itu menguntungkan rakyat Amerika," cuit Biden.



Sebelumnya ketegangan meningkat belakangan ini, karena perdagangan, spionase, dan pandemi. Bahkan, Biden sempat mengirim beberapa armada tempur maritimnya ke Laut China Selatan (LCS) dan Selat Taiwan, di mana aksi itu menimbulkan kekhawatiran dunia akan perang yang lebih besar.

Hubungan China-AS sangat penting bagi kedua belah pihak dan dunia yang lebih luas, dengan Beijing berulang kali menyerukan pemerintahan baru di Washington untuk merajut kembali hubungan yang sebelumnya memburuk di bawah administrasi Presiden Donald Trump.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading