Covid Masih Ganas, Jerman Lanjutkan Lockdown Hingga 14 Maret!

News - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
10 February 2021 16:58
People take photos in front of an illuminated Snowman in the deserted entrance of the 'Mall of Berlin' shopping center late afternoon in Berlin, Germany, Wednesday, Dec. 16, 2020. Germany has entered a harder lockdown, closing most of shops shops and schools in an effort to bring down stubbornly high new cases of the coronavirus.(AP Photo/Markus Schreiber)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Jerman berencana untuk memperpanjang lockdown di negara itu hingga 14 Maret mendatang. Kabar ini didapatkan dari sebuah dokumen berisi rencana lockdown lanjutan yang diberikan Kanselir Angela Merkel ke 16 perdana menteri negara bagian pada Rabu (10/2/2021).

Sebenarnya, jumlah infeksi harian baru di Jerman telah menurun. Hal itu menyebabkan beberapa pemimpin kawasan mendorong jadwal untuk mengurangi lockdown. Namun, pemerintah federal masih memiliki asumsi tentang kemungkinan ledakan kasus baru jika lockdown ditiadakan.

"Kami memiliki situasi yang sangat rapuh," Winfried Kretschmann, Perdana Menteri Baden-Wuerttemberg, mengatakan kepada Spiegel Online seperti ditulis Reuters.

"Kita bisa melihat di negara lain, seperti Portugal, seberapa cepat air pasang bisa berubah."

Berdasarkan draf dokumen untuk pembicaraan menyatakan dalam aturan lockdown terbaru diperinci juga sebuah peraturan bahwa salon dan tempat pangkas rambut dapat dibuka kembali di bawah kondisi yang ketat mulai 1 Maret. Namun, draf tersebut masih dapat berubah.



Merkel telah menjelaskan sekolah dasar dan fasilitas pendidikan lainnya akan menjadi prioritas dalam pelonggaran apapun. Rancangan perjanjian mengatakan bahwa masing-masing negara bagian dapat memutuskan bagaimana memulai kembali kelas.

"Jika angka infeksi terus menurun, prioritas tertinggi jelas pada anak-anak," kata Kretschmann.

Sebelumnya, negara tempat kelahiran para pemikir dunia itu telah melaksanakan lockdown dari Januari hingga 14 Februari. Hal itu menyusul ledakan kasus yang terjadi pascalibur Natal dan tahun baru, di mana orang banyak berkumpul untuk merayakan.

Bahkan, akibat ledakan itu, Kanselir Jerman Angela Merkel mengutarakan kesedihan atas upaya-upaya pemerintah yang dirasa gagal menangani pandemi Covid-19.

Jerman melaporkan 8.072 kasus Covid-19 baru pada hari Rabu (10/2/2021), menjadikan jumlah kasus positif menjadi 2,3 juta kasus. Sementara itu angka kematian bertambah 813 kasus, sehingga total jumlah kematian menjadi 62.969.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading