LCS Panas Lagi! AS Mulai Latihan Militer, Bikin China Marah

News - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
09 February 2021 19:51
USS Gabrielle Giffords (LCS 10) dan Angkatan Laut Republik Singapura RSS Steadfast (FFS 70) berlatih bersama di Laut Cina Selatan. (Twitter @USPacificFleet)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dua kelompok kapal induk Amerika Serikat (AS) dilaporkan meluncurkan latihan bersama di Laut China Selatan (LCS) yang disengketakan. Latihan ini diadakan beberapa hari setelah kapal perang AS berlayar di dekat pulau-pulau yang dikuasai China di lautan itu.

Melansir Al Jazeera, dua armada tempur itu ialah USS Theodore Roosevelt dan USS Nimitz. Mereka melakukan latihan ini untuk memperkuat kemampuan keduanya dalam patroli di perairan.

"(USS Theodore Roosevelt dan USS Nimitz) melakukan banyak latihan yang bertujuan untuk meningkatkan interoperabilitas antara aset serta kemampuan komando dan kontrol", Angkatan Laut AS mengatakan pada hari Selasa (9/2/2021).


Latihan itu dilakukan beberapa hari setelah China mengutuk pelayaran kapal perusak USS John S McCain di dekat Kepulauan Paracel yang dikuasai China dalam apa yang disebut AS sebagai "operasi kebebasan navigasi". Misi ini merupakan misi pertama angkatan laut AS sejak Presiden Joe Biden menjabat.

AS telah membantah klaim teritorial China yang luas di wilayah tersebut, menuduhnya memiliterisasi Laut China Selatan dan mencoba mengintimidasi tetangga seperti Malaysia, Filipina, dan Vietnam, yang memiliki klaim yang tumpang tindih dengan China di wilayah yang kaya sumber daya.

"Kami berkomitmen untuk memastikan penggunaan yang sah dari laut yang dinikmati semua negara berdasarkan hukum internasional," kata Laksamana Muda Jim Kirk, komandan Nimitz Carrier Strike Group, dalam sebuah pernyataan.

Kementerian luar negeri Beijing menanggapi pengerahan tersebut dengan mengatakan akan mengambil "tindakan yang diperlukan untuk secara tegas menjaga kedaulatan dan keamanan nasional".

Sementara itu Jumat (5/2/2021) lalu di Washington, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan kepada Yang Jiechi, seorang pejabat senior China, bahwa AS akan meminta pertanggungjawaban Beijing atas upayanya untuk mengancam stabilitas di Indo-Pasifik, termasuk di Selat Taiwan, dan juga andil Beijing dalam merusak sistem internasional berbasis hukum.

Laut China Selatan (LCS) sedang menjadi potensi konflik global yang meluas. Pasalnya China terus mengklaim 90% wilayah lautan itu miliknya dan melakukan ekspansi besar-besaran di lautan yang juga diklaim oleh beberapa negara-negara di Asia Tenggara.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading