Impor Bensin Pertamina di 2021 Bakal Naik Jadi 113 Juta Barel

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
09 February 2021 10:47
FILE PHOTO: Fuel tank drivers wait to load their cargo at a state-owned Pertamina fuel depot in Jakarta September 9, 2014. REUTERS/Darren Whiteside

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) memproyeksikan impor bensin (gasoline) pada 2021 akan naik sebesar 15,5% menjadi 113 juta barel dari impor bensin pada 2020 yang mencapai 97,8 juta barel.

Meski demikian, jumlah impor pada 2021 disebut masih di bawah impor 2019. Berdasarkan data Pertamina, impor bensin perseroan pada 2019 mencapai 118,7 juta barel.

Hal tersebut berdasarkan data Pertamina yang dipaparkan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi VII DPR RI, Selasa (09/02/2021).


Adapun patokan harga yang digunakan yakni gasoline di Singapore hub di mana pada periode 2021 diperkirakan harga akan kembali merangkak naik.

Di dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2021 diproyeksikan harga minyak akan ada di level US$ 51 per barel, di mana pada Januari 2021 sudah mencapai US$ 59 per barel.

Adapun rata-rata harga impor bensin pada 2020 yaitu US$ 45,5 per barel untuk bensin dengan nilai oktan 88 (RON 88) atau dikenal dengan merek dagang Premium, sementara untuk harga rata-rata impor bensin RON 92 atau Pertamax sekitar US$ 45,7 per barel.

Berdasarkan data Pertamina, dari perkiraan impor bensin 113 juta barel pada 2021, impor bensin Premium diperkirakan sebesar 53,7 juta barel dengan proyeksi harga US$ 51,7 per barel.

Lalu impor bensin RON 92 atau Pertamax sebesar 59,3 juta barel dengan proyeksi harga US$ 53,3 per barel.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading