Pertamina Investasi Rp 150 T di 2021, Buat Apa Saja Ya?

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
05 February 2021 16:10
Kilang Pertamina (Dok. Pertamina)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) menargetkan investasi tahun ini bakal naik dua kali lipat menjadi US$ 10,7 miliar atau sekitar Rp 149,8 triliun (asumsi kurs Rp 14.000 per US$), dari US$ 5,2 miliar atau sekitar Rp 72,8 triliun pada 2020.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan peningkatan investasi di tahun 2021 ini akan dialokasikan untuk meningkatkan cadangan dan juga produksi migas.

"Investasi meningkat dua kali lipat menjadi US$ 10,7 miliar (2021)," ungkapnya melalui pesan singkat kepada wartawan, Kamis (04/02/2021).


Nicke menyebut, peningkatan investasi tersebut dilakukan sebagai upaya perseroan untuk meningkatkan produksi dan cadangan minyak dan gas bumi (migas), sehingga bisa berdampak pada pengurangan impor minyak nasional.

Pada 2020 perseroan berhasil melakukan survei seismik terbesar dalam 10 tahun terakhir yakni sepanjang 31 ribu kilometer (km). Akibatnya, perseroan mendapatkan potensi cadangan 144 juta oil equivalent (setara minyak).

Tahun ini ditargetkan mendapatkan 700 juta setara minyak. Untuk mencapai target ini, perseroan akan melakukan survei seismik di 33 cekungan.

"Kita juga ada akuisisi sumur-sumur yang sudah berproduksi, baik dalam dan luar negeri untuk menambah cadangan hulu," tuturnya.

Dalam tujuh hingga sembilan tahun ke depan, perseroan akan meningkatkan rasio cadangan terhadap produksi (Reserve to Production ratio).

Selain untuk meningkatkan produksi dan cadangan migas, dia mengatakan investasi ini juga akan digunakan untuk membangun pabrik petrokimia, serta membangun infrastruktur midstream dan hilir gas.

"Selain itu, juga ada investasi untuk pengembangan pabrik electric vehicle (EV) battery (baterai kendaraan listrik), dan pengembangan green hydrogen dari wilayah kerja panas bumi yang dimiliki Pertamina," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading