Top! Bandara Gudang Garam Sudah 35%, Ini Jadwal Operasinya

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
08 February 2021 18:40
Foto: www.gudanggaramtbk.com

Jakarta, CNBC Indonesia - Bandara Dhoho Kediri yang dibangun PT Gudang Garam International Tbk akan semakin dekat realisasi untuk bisa selesai dan segera operasi. Saat ini progress pembangunannya sudah mencapai 35%.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Novie Riyanto menjelaskan mengaku sudah berkoordinasi untuk proyek ini tidak akan terlalu lama. Sehingga proyek yang masuk dalam Peraturan Presiden Nomor 109/2020 tentang Percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) akan segera membuahkan hasil.

"Kediri kami siang tadi koordinasi dengan pihak terkait progress Insya Allah tidak terlalu lama lagi percepatan bisa membuahkan hasil dari pihak swasta sebagai pemrakarsa," katanya.


Novie menjelaskan kondisi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tidak cukup untuk membangun bandara baru. Lalu kemudian swasta minat dalam hal ini PT Gudang Garam International Tbk, sehingga kini percepatan pembangunan proyek itu bisa terlaksana.

Dari pihak swasta PT PP Presisi Tbk (PPRE) yang menjadi kontraktor proyek ini mengungkapkan progress pembangunan Bandara Dhoho, Kediri sudah mencapai 35%. Sehingga selesainya proyek akan sesuai dengan jadwal yang ditargetkan selesai April 2022 sehingga bisa segera operasi.

"Pekerjaan site clearance earthwork & diversion serta drainage merupakan bagian dari tahap pertama bandara Dhoho Kediri dan pekerjaan penting untuk tahapan selanjutnya," dalam rilis di Bursa Efek Indonesia, Jumat (5/2/2021).

Darwis mengatakan PPRE juga mengincar tambahan pekerjaan pembangunan runway Bandara Dhoho Kediri dan jalan tol yang menghubungkan bandara dengan kota-kota di kawasan Selingkar Wilis. Yang terdiri dari enam kabupaten yakni Nganjuk, Kediri, Tulungagung, Trenggalek Madiun dan Ponorogo.

Direktur Keuangan PPRE, Benny Pidakso menyebut nilai kontrak pekerjaan tahap pertama pada proyek yang dilaksanakan konsorsium pimpinan Lancar Jaya Mandiri (anak usaha PPRE) sebesar Rp 1,9 triliun.

"Jika sudah selesai hingga tahapan terakhir, bandara ini diperkirakan dapat menambah lebih dari lima juta penumpang," katanya.

PPRE telah menandatangani Letter of Acceptance pada 29 November 2019 untuk pembangunan bandara baru di Kediri, Jawa Timur. Penandatanganan dilakukan antara PT Surya Dhoho Investama dan Konsorsium Lancarjaya Mandiri Abadi.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading