Ini Bukti PPKM Hancurkan Ekonomi dan Kasus Covid Tetap Kacau

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
08 February 2021 13:26
Dokter memperagakan proses vaksinasi saat simulasi pemberian vaksin di Puskesmas Depok, Jawa Barat, Kamis (22/10). Pemerintah Kota Depok akan menggelar simulasi pemberian vaksin corona. Pemberian vaksin idealnya sebanyak 60 persen dari jumlah penduduk Kota Depok. Adapun yang hadir bukanlah warga sungguhan yang hendak divaksin. Hanya perwakilan dari Pemkot Depok saja. Terdapat sejumlah tahapan alur yang akan diterapkan Pemerintah Kota Depok dalam pemberian vaksin. Orang yang masuk dalam kriteria mendapat vaksin akan diundang untuk datang ke puskesmas. Nantinya mereka duduk di ruang tunggu dengan penerapan protokol kesehatan. Mereka kemudian menunggu giliran dipanggil petugas. Setelah itu masuk ke ruangan untuk disuntik vaksin. Orang yang telah divaksin akan diregistrasi petugas guna memantau perkembangannya secara berkala.  (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) memakan korban. Dimulai pada 11 Januari 2021, kebijakan ini telah terbukti membuat ekonomi Indonesia terluka, sementara hasil yang diinginkan yaitu penurunan kasus positif corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) belum terwujud.

Dalam PPKM tahap I (11-25 Januari 2021), pusat perbelanjaan hanya boleh beroperasi hingga pukul 19:00 WIB. Kemudian diperlonggar dalam PPKM tahap II (26 Januari-8 Februari 2021) menjadi maksimal pukul 20:00.


Kemudian dalam PPKM tahap I dan II, restoran hanya boleh melayani pengunjung yang makan-minum di tempat maksimal 25% dari kapasitas. Kini dengan PPKM terbaru (yang diberi nama PPKM Mikro), kapasitas maksimal dinaikkan menjadi 50%.

Lalu ada soal kehadiran karyawan perkantoran. PPKM tahap I dan II mensyaratkan karyawan yang bekerja dari rumah (work from home) setidaknya 75%. Dalam PPKM Mikro, dikurangi menjadi 50%.

Sedikit demi sedikit pemerintah memang melonggarkan PPKM. Namun sampai akhir Januari, yang berlaku adalah PPKM tahap I dan II yang lebih ketat ketimbang PPK Mikro.

PPKM menyebabkan aktivitas dan mobilitas masyarakat terbatas. Ini membuat masyarakat jadi kurang percaya diri dalam memandang perekonomian.

Halaman Selanjutnya >> Konsumen Tak Pede Memandang Perekonomian

Konsumen Tak Pede Memandang Perekonomian
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading