GeNose Mulai Dipakai Penumpang Terminal Bus Pulo Gebang

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
08 February 2021 10:25
Para penumpang kereta api jarak jauh mengikuti pengambilan sempel nafas GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta (4/2/2021). Calon penumpang diminta untuk mengambil nafas melalui hidung dan membuangnya melalui mulut sebanyak tiga kali. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perhubungan mulai melakukan pengecekan tes Covid-19 menggunakan alat deteksi GeNose di Terminal Bus Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur. Deteksi dini (screening) ini dilakukan secara acak dan gratis untuk para calon penumpang bus.

Pengecekan dimulai pada hari Minggu, 8 Februari 2021 dengan target sebanyak 50-100 orang per hari. Nantinya, program ini akan terus berlanjut dan diterapkan juga di beberapa terminal tipe A lainnya.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati, mengatakan merujuk pada Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 bagi para calon penumpang bus, sifatnya berupa imbauan (tidak wajib). Tidak seperti pada transportasi kereta api antarkota (jarak jauh) yang menjadi syarat wajib bagi para calon penumpangnya.


"Ini merupakan inisiatif kami untuk menyediakan pengecekan melalui GeNose secara gratis mulai hari ini. Selanjutnya, akan diterapkan juga di beberapa terminal besar di DKI," katanya dalam keterangan resmi, Minggu (7/2/2021).

Direktur Jenderal Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Budi Setiadi mengatakan, pengecekan kesehatan menggunakan GeNose ini baru mulai dilaksanakan pada kemarin, Minggu, di Terminal Pulo Gebang secara gratis melalui subsidi dari Kemenhub.

Nantinya, menurutnya ini akan diterapkan pula di sejumlah terminal tipe A yang ada di seluruh wilayah Indonesia. Selain di terminal, pengecekan GeNose juga akan diterapkan di pelabuhan penyeberangan.

"Kami harapkan ini dapat bermanfaat untuk mendeteksi kesehatan para calon penumpang angkutan bus dan penyeberangan. Kami targetkan dalam sehari dapat mengecek antara 50 hingga 100 penumpang di Terminal Pulo Gebang yang per harinya ada sekitar 700 sampai 1000 penumpang," tutur Budi.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, dengan adanya pengecekan GeNose secara gratis, maka ini sangat membantu pengguna bus AKAP, mengingat harga tiket bus cukup murah dan menjadi keberatan penumpang jika harus membayar rapid test (Covid-19) yang harganya cukup tinggi.

"Mengingat harga tiket bus cukup murah, sehingga kalau harus membayar untuk melakukan pengecekan rapid test tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit," katanya.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading