Exxon, Shell, Total Diminta Bangun SPBU di Daerah Tertinggal

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
02 February 2021 12:07
SPBU mini ExxonMobil (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemegang Izin Usaha Niaga Umum penyalur bahan bakar minyak (BBM), termasuk perusahaan asing seperti ExxonMobil, Shell, Total Oil bakal diwajibkan membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di daerah, termasuk di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bakal membuat aturan berupa Remote Market Obligation (RMO), yakni mewajibkan badan usaha penyalur BBM untuk menjual BBM di luar Jawa, termasuk daerah 3T tersebut.


Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Komite BPH Migas Muhammad Ibnu Fajar.

Ibnu menyebut bahwa semua badan usaha harus diperlakukan sama oleh regulator, sehingga BPH Migas selaku regulator akan membuat aturan untuk membuat kesetaraan ini. Pasalnya selama ini, imbuhnya, hanya PT Pertamina (Persero) yang menyalurkan BBM di daerah 3T tersebut.

"BPH Migas akan keluarkan aturan dalam kesetaraan menanggung beban salurkan BBM ke wilayah tertinggal. Selama ini kita ketahui hanya dilakukan Pertamina. Peraturan ini nanti akan mengatur hal tersebut," ungkapnya dalam wawancara bersama CNBC Indonesia, Senin (01/02/2021).

Dia menyebut aturan RMO ini tidak jauh beda dengan dengan Domestic Market Obligation (DMO) yang diberlakukan di sektor batu bara. Menurutnya, serupa tapi tidak sama.

"Kalau ingat sektor batu bara ada DMO, yang ini kita akan buat serupa, tapi tak sama, yakni RMO atau Remote Market Obligation," tuturnya.

Penjelasan Remote Market Obligation Bagi Penyalur BBM
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading