Wah, Raksasa Migas AS Chevron & Exxon Bahas Merger!

News - Wilda Asmarini, CNBC Indonesia
01 February 2021 10:53
FILE PHOTO: An airplane comes in for a landing above an Exxon sign at a gas station in the Chicago suburb of Norridge, Illinois, U.S., October 27, 2016. REUTERS/Jim Young/File Photo                           GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD

Jakarta, CNBC Indonesia - Dua perusahaan raksasa minyak dan gas bumi (migas) Amerika Serikat Chevron dan ExxonMobil pada tahun lalu membahas kemungkinan penggabungan kedua perusahaan ini, menyusul jatuhnya harga minyak dan permintaan minyak dunia akibat pandemi Covid-19.

Melansir CNBC International, kedua CEO dari perusahaan tersebut telah membahas kemungkinan merger tersebut, seperti dilaporkan The Wall Street Journal pada Minggu (31/01/2021) yang mengutip sumber anonim yang mengetahui peristiwa tersebut.


Surat kabar tersebut melaporkan bahwa CEO Chevron Michael Wirth dan CEO Exxon Darren Woods berbicara tentang prospek setelah pandemi Covid-19 mulai berdampak negatif pada harga minyak.

Pembicaraan tersebut kini belum berlanjut dan digambarkan masih dalam pembicaraan awal, menurut Journal. Perwakilan dari kedua perusahaan menolak berkomentar. Pembicaraan itu kemudian dilaporkan oleh Reuters.

Penggabungan antara Chevron dan Exxon akan menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah, dan kemungkinan akan menghadapi pengawasan anti monopoli dari Departemen Kehakiman Pemerintahan Joe Biden. Kedua perusahaan tersebut adalah keturunan dari Standard Oil milik John D. Rockefeller, yang dibubarkan oleh Mahkamah Agung pada 1911.

Kapitalisasi pasar Chevron adalah US$ 164 miliar, dan Exxon US$ 189 miliar, yang berarti bahwa perusahaan gabungan akan bernilai US$ 350 miliar atau sekitar Rp 4.900 triliun (asumsi kurs Rp 14.000 per US$). Perusahaan gabungan tersebut akan menjadi perusahaan minyak dan gas terbesar kedua di dunia, setelah Saudi Aramco.

Harga minyak yang telah membaik kini telah memulihkan sebagian besar kerugian mereka sejak tertekan pada Maret 2020, meskipun mereka masih tetap agak tertekan di tengah peluncuran vaksin yang lebih lambat dari perkiraan dan kekhawatiran varian virus corona baru.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading