Internasional

Awas Pecah Perang! Jet China & AS 'Beradu' di Langit Taiwan

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
01 February 2021 08:19
In this Sept. 3, 2015, file photo, two Chinese J-10 fighter jets fly in formation during a parade commemorating the 70th anniversary of Japan's surrender during World War II in Beijing. China on Tuesday, July 25, 2017, denied that two of its J-10 fighter jet pilots operated dangerously during an encounter with a U.S. surveillance plane in international airspace in which the American pilot took evasive action to avoid a possible collision. (AP Photo/Mark Schiefelbein, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pesawat tempur China dan pesawat pengintai Amerika Serikat (AS) memasuki langit Taiwan di saat yang hampir bersamaan. Jet kedua negara tertangkap di sudut barat daya zona identifikasi pertahanan udara Taiwan pada Minggu (31/1/2021).

Mengutip Reuters, Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan total tujuh pesawat China yang terdiri atas dua pesawat tempur J-10, empat pesawat tempur J-11 dan sebuah pesawat pengintai Y-8. Sementara AS menerbangkan satu pesawat intai.


Ketegangan meningkat selama seminggu terakhir atau lebih setelah Taiwan melaporkan beberapa jet pejuang dan pembom China terbang ke zona itu akhir pekan lalu, di daerah yang dekat dengan Kepulauan Pratas yang dikuasai Taiwan di bagian utara Laut China Selatan (LCS).

Ini adalah pertama kalinya Taiwan menyebutkan keberadaan pesawat AS sejak mulai mendekati laporan harian aktivitas China di zona pertahanannya pada pertengahan September.

Taiwan jarang berbicara secara terbuka tentang aktivitas AS di dekatnya, biasanya ketika kapal perang Washington berlayar melalui Selat Taiwan. Meskipun sumber diplomatik dan keamanan mengatakan sering ada misi udara dan laut AS di dekat pulau itu.

AS seperti kebanyakan negara, tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan yang diklaim China. Tetapi AS merupakan beking, pendukung dan pemasok senjata internasional terpenting di pulau itu.

China memperkuat bahasanya terhadap Taiwan minggu lalu, setelah meningkatkan aktivitas militernya dengan mengatakan bahwa "kemerdekaan berarti perang" dan bahwa angkatan bersenjatanya bertindak sebagai tanggapan atas provokasi dan campur tangan asing.

China percaya bahwa pemerintah Taiwan yang terpilih secara demokratis bertekad mendeklarasikan kemerdekaan, sebuah hal yang melampau "garis merah" bagi Beijing. Presiden Tsai Ing-wen mengatakan Taiwan sudah menjadi negara merdeka bernama Republik China, nama resmi Taiwan.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading