Pengadilan Belanda Hukum Shell Beri Kompensasi Petani Nigeria

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
29 January 2021 20:16
FILE PHOTO: A Shell sign at one of the oil major's petrol stations in Ulm, Germany, April 6, 2017.  REUTERS/Michaela Rehle/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengadilan Belanda memutuskan anak perusahaan raksasa energiĀ Shell di Nigeria memberi kompensasi kepada dua petani atas kerusakan tanah mereka yang disebabkan oleh kebocoran pada 2004 dan 2005.

Dilansir AP, Jumat (29/1/2021), pengadilan menyatakan kerusakan tanah itu benar-benar disebabkan oleh tidak bekerjanya sistem deteksi kebocoran pada instalasi pemipaan milik Shell. Namun besaran kompensasi itu belum disebutkan.

"Air mata kebahagiaan di sini. Setelah 13 tahun, kami menang," tweet dari Friends of the Earth, salah satu organisasi pendukung petani Nigeria.

Keputusan, yang masih bisa diajukan banding ke Mahkamah Agung Belanda, adalah update terbaru dalam kasus yang membuka landasan hukum baru tentang seberapa jauh perusahaan multinasional di Belanda dapat dimintai pertanggungjawaban atas tindakan anak perusahaan mereka di luar negeri.

Royal Dutch Shell berpendapat penyabot bertanggung jawab atas kebocoran pipa minyak bawah tanah yang mencemari delta tersebut. Namun pengadilan banding memutuskan, meskipun sabotase adalah skenario yang paling mungkin terjadi di dua desa, itu tidak dapat dilakukan di luar hukum yang masuk akal. Itu berarti anak perusahaan Nigeria harus bertanggung jawab.



Pada 2013, Pengadilan Distrik Den Haag memerintahkan Shell Nigeria memberikan kompensasi kepada salah satu dari empat petani yang terlibat dalam kasus tersebut karena terlalu mudah bagi penyabot untuk membuka kepala sumur yang bocor ke tanahnya.

Namun, pengadilan membebaskan Shell dari tuduhan pencemaran tanah tiga petani lainnya dan memutuskan perusahaan induk Shell di Belanda tidak dapat dimintai pertanggungjawaban.

Kedua belah pihak mengajukan banding, dan hakim memutuskan pada 2015, Shell dapat dimintai pertanggungjawaban di pengadilan Belanda atas tindakannya di Nigeria. Para hakim juga memerintahkan Shell untuk memberi penggugat akses ke dokumen yang dapat menjelaskan lebih lanjut tentang penyebab kebocoran dan seberapa banyak manajemen Shell tahu tentang dokumen tersebut.

Shell menemukan dan mulai mengeksploitasi cadangan minyak Nigeria yang sangat banyak pada akhir 1950-an. Penemuan itu telah menghadapi kritik keras dari para aktivis dan komunitas lokal atas tumpahan minyak dan atas hubungan dekat perusahaan dengan pasukan keamanan pemerintah.

Sementara itu Friends of the Earth, yang mendukung para petani Nigeria dalam perjuangan hukum mereka, berpendapat pipa bocor disebabkan oleh perawatan yang buruk dan keamanan yang tidak memadai dan bahwa Shell tidak cukup membantu untuk membersihkan tumpahan.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading