Internasional

Kacau! Staf Shell Negara Ini Rusak Saluran Minyak Demi Untung

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
14 December 2020 08:59
FILE PHOTO: A Shell sign at one of the oil major's petrol stations in Ulm, Germany, April 6, 2017.  REUTERS/Michaela Rehle/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Karyawan dari anak perusahaan Shell di Nigeria, SPDC, memerintahkan perusakan pipa minyak demi mendapatkan keuntungan di Delta Niger.

Ini berdasarkan film dokumenter TV Belanda, BNNVARA, yang melakukan investigasi dengan organisasi lingkungan Milieudefensie, sebagaimana dilaporkan Oil Price mengutip Aljazeera.


"Menurut sumber, karyawan Shell mendapat untung dari kebocoran oli yang disengaja ini dengan mengantongi uang dari anggaran bersih-bersih," kata program NNNVARA, Zembla, dikutip Senin (14/12/2020).

"Menurut Shell, 95% kebocoran adalah akibat sabotase. Perusahaan minyak menyangkal bertanggung jawab atas hal ini. Pelaku kebocoran ini dikatakan penjahat lokal dan geng terorganisir. Sekarang, karyawan Shell sendiri dituduh sebagai bagian dari industri yang sengaja melakukan kebocoran. Zembla memverifikasi semua ini dan mewawancarai sumber di depan kamera."



Seorang penduduk dari komunitas Delta Niger mengatakan karyawan Shell membujuk pemuda setempat untuk merusak jaringan pipa. Jika pembersihan diperlukan, para pemuda yang sama ini kemudian disewa untuk melakukannya

"Dan kemudian mereka membagi uang dari pembersihan. Departemen pemulihan dari Shell menyabotase jaringan pipa. Jika pembersihan akan memakan waktu tujuh bulan, mereka akan berhenti setelah tiga bulan," katanya masih dalam program tersebut.

Sementara itu, Shell dan SPDC mengatakan tidak mengetahui adanya keterlibatan karyawan dalam vandalisme pipa. "Sampai sekarang, kami tidak mengetahui adanya staf atau kontraktor yang terlibat dalam tindakan yang menyebabkan tumpahan minyak di Delta Niger," kata perusahaan kepada Reuters.

The Nigerian National Oil Corporation (NNPC) melaporkan pada bulan Januari tahun ini telah terjadi lebih dari 45.300 pipa minyak yang bocor antara tahun 2001 dan pertengahan tahun 2019.

"Sayangnya, kombinasi pencurian minyak mentah, penyulingan ilegal dan vandalisme pipa, telah menjadi ancaman besar bagi Nigeria dalam memenuhi proyeksi pendapatannya belakangan ini," kata Managing Director NNPC, Mele Kyari.


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading