Internasional

Awas Perang! Jenderal Israel Ancam Serang Iran

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
28 January 2021 13:50
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, kiri, mendengarkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara selama pernyataan bersama mereka setelah pertemuan di Yerusalem, Kamis, (19/11/2020). (AP/Maya Alleruzzo)

Jakarta, CNBC IndonesiaIsrael mengancam akan serius menyerang Iran. Komentar ini diucapkan salah satu petinggi militer negeri Yahudi tersebut di tengah ketegangan soal pengembangan nuklir Iran dan hubungan dengan Amerika Serikat.

Dikutip dari Al Jazeera, Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Jenderal Aviv Kochavi mengatakan bahwa pasukannya siap untuk kontak senjata dalam waktu dekat. Dalam pidatonya di Institute for National Security Studies, ia berujar negaranya bisa mengambil tindakan sendiri jika diperlukan apalagi bila Negeri Khamaei itu mengancam.

"Saya telah menginstruksikan IDF untuk menyusun beberapa rencana operasional untuk melengkapi beberapa perencanaan yang telah ada sebelumnya," kata Aviv, dikutip Kamis (28/1/2021).


"Kami sedang mengurus rencana ini dan akan mengembangkannya selama tahun mendatang. Yang memutuskan untuk melaksanakannya, tentu saja adalah para pemimpin politik. Tapi rencana ini harus di atas meja."


 

Presiden baru AS Joe Biden, yang dilantik 20 Januari lalu, memiliki pendekatan yang cukup berbeda dengan pendahulunya Donald Trump dalam persoalan Iran. Biden menunjukkan signal akan meninggalkan kampanye 'tekanan maksimum' Trump dan kembali bergabung dalam perjanjian nuklir dengan negeri itu.

Iran dan enam negara lain termasuk AS, tergabung dalam perjanjian nuklir The Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) tahun 2015. Dengan perjanjian ini Iran bebas dari sanksi asal membatasi pengembangan uraniumnya.

Namun di 2018, ketika Trump berkuasa, AS menarik diri dari perjanjian masa Barrack Obama itu. Hal ini membuat Iran kembali dijatuhi sanksi dan terjerembab dalam krisis ekonom.

"Kembali ke perjanjian nuklir 2015, atau bahkan jika itu adalah kesepakatan serupa dengan beberapa perbaikan, adalah buruk dan salah dari sudut pandang operasional dan strategis," kata Letnan Jenderal Israel Amir Kohavi lagi.

Hal senada juga dinyatakan oleh Perdana Menteri (PM) Benyamin Netanyahu. Dalam ucapan selamatnya kepada Biden, ia mengajak Washington untuk bersama-sama dengan mereka dalam menghadapi Iran.

Israel sendiri disebut telah melakukan sejumlah maneuver ke Iran. Seperti uji coba rudal dan drone.

Sementara itu, Iran mengaku siap meladeni Israel. Kepala staf Presiden Iran Hassan Rouhani, Mahmoud Vaezi mengatakan bahwa Israel sedang memainkan perang psikologis.

"Kami tidak berniat berperang, tapi kami serius membela negara," ujarnya dikutip Al-Arabiya.

Sebelumnya, di masa akhir Trump berkuasa AS kerap mengirim bomber dan kapal selam ke Timur Tengah. Salah satunya untuk mengawasi Iran.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading