Israel Beri Peringatan Keras ke Biden Terkait Iran

News - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
27 January 2021 16:06
Israeli model May Tager, left, covers herself with an Israeli flag next to Anastasia Bandarenka, a Dubai-based model who covers herself in a UAE flag on the set of a photo shoot in Dubai, United Arab Emirates, Sunday, Sept. 8, 2020. (AP Photo/Kamran Jebreili)

Jakarta, CNBC Indonesia - Keputusan Presiden baru Amerika Serikat (AS) Joe Biden untuk merubah pendekatannya terhadap Iran ternyata telah menjadi perhatian khusus bagi Israel. Bahkan negara Yahudi itu memberi peringatan keras kepada presiden yang menggantikan Donald Trump itu mengenai Teheran.

Melansir Aljazeera, Rabu (27/1/2021) Letnan Jenderal Israel Amir Kohavi membuat pernyataan pada hari Selasa (26/1/2021) di dalam pidatonya pada sebuah acara di Institut Studi Keamanan Nasional Universitas Tel Aviv. Ia mengatakan bahwa keputusan Washington untuk kembali ke perjanjian nuklir 2015 dengan Iran bisa menjadi keputusan yang salah.

"Kembali ke perjanjian nuklir 2015, atau bahkan jika itu adalah kesepakatan serupa dengan beberapa perbaikan, adalah buruk dan salah dari sudut pandang operasional dan strategis," kata Kohavi.

Komentar tersebut merupakan sinyal nyata bagi Presiden AS Joe Biden untuk berhati-hati dalam setiap hubungan diplomatik dengan Iran.

Pernyataan seperti itu oleh kepala staf militer Israel tentang pembuatan kebijakan Amerika jarang terjadi dan kemungkinan besar telah disetujui sebelumnya oleh pemerintah Israel.

Pendahulu Biden, Donald Trump, meninggalkan perjanjian nuklir itu pada 2018. Langkah yang disambut baik oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang sebelumnya mengkritik keringanan sanksi yang ditawarkan presiden Obama dan memperingatkan kemungkinan pengembangan senjata nuklir Iran setelah kadaluarsa.

Setelah Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir pada 2018, ketegangan di Timur Tengah dengan cepat meningkat setelah serangkaian serangan dan insiden militer. AS meluncurkan kampanye "tekanan maksimum" dan menerapkan kembali serangkaian sanksi hukuman yang melumpuhkan ekonomi Iran.

Januari 2020 Qassem Soleimani, kepala Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam elit Iran, dan arsitek dari aparat keamanan regionalnya, dibunuh dalam serangan udara AS di dekat bandara internasional Baghdad. Pembunuhan itu membawa kedua negara ke ambang perang.

Pada bulan November kemarin, ilmuwan nuklir terkemuka Iran Mohsen Fakhrizadeh tewas dalam serangan yang kurang ajar di luar Teheran saat dia mengendarai mobilnya. Teheran menyalahkan Israel atas pembunuhan itu.

Netanyahu telah mengancam kemungkinan serangan Israel terhadap Iran menjelang perjanjian nuklir penting dengan kekuatan dunia. Tetapi seorang perwira senior Israel, yang berbicara kepada wartawan pada 2015 dengan syarat anonim, menggarisbawahi perbedaan di Israel atas masalah tersebut dengan mengatakan kesepakatan itu memiliki potensi keuntungan keamanan.



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading