Proyek Tol Cisumdawu Bengkak Rp 150 M, Ada Potensi Longsor!

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
27 January 2021 14:55
Kementerian ATR/BPN Targetkan Pengadaan Tanah Tol Cisumdawu Selesai Oktober 2020

Jakarta, CNBC Indonesia - Anggaran pembangunan Ruas tol Cileunyi - Sumedang - Dawuan (Cisumdawu) Seksi 6B meningkat untuk antisipasi bencana. Hal ini karena ada potensi longsor besar yang berada di sekitar proyek.

"Evaluasi Cisumdawu masih butuh tambahan Rp 150 miliar ternyata ada potensi longsor yang cukup besar," kata Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hedy Rahadian. Rabu (27/1/2021).

Tol Cisumdawu dibangun dengan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Dari enam seksi, seksi 1 dan 2 dikerjakan oleh pemerintah sebagai bagian dari viability gap fund (VGF) guna menaikkan kelayakan investasi tol.


Sedangkan seksi 3-6 dikerjakan oleh PT Citra Karya Jabar Tol (CKTJ) selaku investor. Adapun nilai investasi Adapun untuk nilai investasi proyek seluruh jalan tol Cisumdawu adalah Rp 8,4 triliun.

Targetnya tol ini dapat dioperasikan pada tahun ini sebagai dukungan untuk akses Bandara Kertajati agar bisa beroperasi penuh. Dengan mengurangi waktu tempuh Bandung - Bandara Kertajati menjadi kurang dari 1 jam.

Proyek pembangunan tol Cisumdawu ini sempat membuat Presiden Joko Widodo geram, karena pembangunan ini sudah dimulai dari 2011 namun pengerjaannya tidak kunjung selesai.

Dalam laporannya kebutuhan pemerintah untuk pemenuhan RPJMN 2020-2024 sebesar Rp 171,8 triliun untuk 13 ruas tol, sudah diamankan Manado - Bitung, Balikpapan - Samarinda dan Cisumdawu.

Sementara ruas tol lain yang masih dukungan adalah, Serang - Panimbang, Semarang - Demak, Kuala Tanjung - Tebing Tinggi - Parapat, Langsa - Lhoksumawe, Lhoksumawe - Sigli, Rantau Prapat - Kisaran. Selanjutnya, Betung - Tempino - Jambi, Jambi - Rengat, Rengat - Pekanbaru, Dumai - Sp Sigambal, Rantau Prapat.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading