Penanganan Covid-19

Kemenkes: Keterisian RS Rujukan Tinggi, Kematian Bisa Melesat

News - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
22 January 2021 19:10
Suasana RSPI Sulianti Saroso Saat Kabar Adanya Pasien Positif Corona. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kondisi rumah sakit (RS) rujukanĀ Covid-19 yang semakin penuh di berbagai daerah menimbulkan kekhawatiran karena ada potensi pasien yang tidak tertampung.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy ratio/BOR) sebenarnya masih di kisaran 64,83%. Namun jika dilihat secara spesifik, ada beberapa daerah yang keterisiannya mencapai di atas 80%.

Artinya ada kemungkinan perawatan pasien menjadi tidak maksimal, terutama yang bergejala sedang dan berat yang membutuhkan perawatan khusus. Padahal pasien dengan gejala berat pada kelompok rentan dan memiliki komorbid memiliki tingkat fatalitas yang sangat tinggi.

"Sekarang ini sangat mengkhawatirkan karena sekarang BOR sudah 80% ke atas kalau ada lonjakan tinggi, dan masyarakat tidak mendapatkan layanan bisa berdampak pada angka kematian. Maka kami dari Kemenkes bagaimana memberikan layanan terbaik. RS di Indonesia sudah sekitar 2.900 RS dan tempat tidur yang disiapkan untuk pasien Covid isolasi dan ICU per tanggal 21 januari 81.000 bed," kata Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes dr. Abdul Kadir, Jumat (22/01/2021).


Jika pasien dengan gejala sedang dan berat tidak dapat dirawat di rumah sakit, maka bisa menimbulkan lonjakan kasus kematian seperti yang terjadi pada Kamis (21/1/2021), dan menjadi rekor penambahan tertinggi sebanyak 346 kasus. Saat ini secara total kasus kematian akibat Covid-19 di RI telah mencapai 27.203 orang.

Jumlah kasus kematian harian Kamis merupakan tertinggi sejak awal Maret 2020. Jumlah ini memecahkan rekor 308 kasus kematian dalam sehari yang tercatat pada 19 Januari.

Kemenkes juga mengimbau masyarakat tidak berbondong-bondong ke rumah sakit apabila dinyatakan positif Covid-19. Pasien positif dan tidak memiliki gejala (OTG) ataupun gejala ringan dapat melakukan isolasi mandiri dengan panduan dari Puskesmas. Barulah jika tempat tinggal tidak memenuhi standar dilakukan isolasi terpadu di tempat yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan angka kematian pada pekan ini meningkat drastis 37,4%. Adapun lima provinsi dengan kematian tertinggi yakni Jawa Tengah naik 209, DKI Jakarta 106 kasus, Jawa Barat 87 kasus, DI Yogyakarta 27 kasus, Nusa Tenggara Timur 18 kasus.

Padahal, dengan tingginya kasus aktif, menurut Wiku, menjadi motivasi berupaya terbaik untuk meningkatkan kesembuhan, pastikan pengobatan sesuai standar agar pasien cepat sembuh.

"Saya minta pada 5 provinsi yang tadi untuk memastikan pelayanan kesehatan yang diberikan pada pasien di setiap fasilitas kesehatan agar sesuai standar mereka yang dirawat agar bisa sembuh, sehingga angka kesembuhan bisa ditingkatkan. Lakukan penanganan semaksimal mungkin untuk merawat pasien," kata Wiku.


[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading