Resmi! Operasi SAR Kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 Dihentikan

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
21 January 2021 17:23
Indonesian Navy ships continue their search for the wreckage of Sriwijaya Air passenger jet that crashed into Java Sea near Jakarta, Indonesia, Monday, Jan. 11, 2021. Indonesian navy divers scoured the floor of the Java Sea on Monday as they hunted for the black boxes of a Sriwijaya Air jet that nosedived into the waters at high velocity with dozens of people aboard. (AP Photo/Tatan Syuflana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah memutuskan untuk menghentikan operasi pencarian dan pertolongan terhadap kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu. Keputusan itu disampaikan Kepala Basarnas Marsdya TNI Bagus Puruhito dalam keterangan pers di JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (21/1/2021).

Dalam paparannya, Bagus menjelaskan, operasi SAR gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI, Polri, kementerian/lembaga, potensi SAR, telah berlangsung selama 13 hari. Dari ketentuan 7 hari, operasi diperpanjang dua kali masing-masing 3 hari.

Menurut Bagus, operasi itu melibatkan 4.300 personel, 62 kapal laut, 15 pesawat, dan tim SAR gabungan. Dalam kegiatan tersebut, tim telah berhasil menemukan atau mengevakuasi 324 kantong jenazah yang berisi bagian tubuh korban, serpihan kecil pesawat sebanyak 68, dan FDR pada hari keempat pada 12 Januari, serta bagian dari CVR pada 15 Januari atau hari ketujuh.

"Sementara informasi dari tim DVI, dari 324 kantong jenazah yang sudah teridentifikasi ada 43 dan menyusul 7 akan segera diumumkan," ujar Bagus.

Dalam operasi SAR gabungan, dia mengungkapkan tim SAR telah melaksanakan upaya maksimal, bekerja siang dan malam untuk mencari dan mengevakuasi korban maupun bagian atau potongan dari tubuh pesawat, termasuk black box.



Hasil-hasil temuan berupa material sudah diserahkan ke KNKT dan untuk korban atau bagian tubuh korban sudah diserahkan kepada DVI.

"Memasuki hari terakhir perpanjangan kedua ini tentunya kita telah melakukan evaluasi operasi pencarian dan pertolongan dengan semaksimal mungkin, day by day, maupun secara keseluruhan," ujar Bagus.

"Setelah melalui pertimbangan teknis, hasil temuan korban, efektivitas, pertemuan beberapa kali dengan pihak keluarga korban, masukan-masukan dari unsur di lapangan, dan terakhir tadi kita melaksanakan rapat yang dipimpin menteri perhubungan, maka hari ini, hari Kamis, tanggal 21 Januari 2021 pukul 16.57 WIB, operasi pencarian dan pertolongan terhadap kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu secara resmi saya nyatakan ditutup atau penghentian," lanjutnya.

Selanjutnya, menurut Bagus, akan dilaksanakan operasi lanjutan berupa pemantauan dan monitoring secara aktif.

"Dan bila dikemudian hari ada laporan dari masyarakat yang melihat dan menemukan yang diduga bagian dari korban ataupun korban kepada Basarnas, kami akan merespons untuk menindaklanjuti temuan-temuan tersebut," katanya.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading