Internasional

Sah! Biden Jadi Presiden AS, Ini Kebijakan Ekonominya

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
21 January 2021 06:45
FILE - In this Dec. 4, 2013, file photo, Chinese President Xi Jinping, right, shakes hands with then U.S. Vice President Joe Biden as they pose for photos at the Great Hall of the People in Beijing. As Americans celebrate or fume over the new president-elect, many in Asia are waking up to the reality of a Joe Biden administration with decidedly mixed feelings. Relief and hopes of economic and environmental revival jostle with needling anxiety and fears of inattention. The two nations are inexorably entwined, economically and politically, even as the U.S. military presence in the Pacific chafes against China’s expanded effort to have its way in what it sees as its natural sphere of influence. (AP Photo/Lintao Zhang, Pool, File)

Hubungan antara dua ekonomi terbesar dunia, AS-China, sepertinya akan sama seperti jaman Trump. Tuduhan seperti "pencurian kekayaan intelektual dan praktik perdagangan yang tidak adil" akan tetap jadi dalih AS menghukum China.

Biden mengatakan kepada New York Times bulan lalu bahwa dia tidak akan segera melakukan tindakan apa pun terhadap tarif Trump atas impor China senilai US$ 350 miliar. Sementara calon menteri keuangannya, Janet Yellen mengatakan AS juga akan berusaha memperkuat ekonominya sendiri dengan berinvestasi dalam infrastruktur dan penelitian dan pengembangan, seperti yang akan segera diusulkan Biden.

Calon Biden untuk menjabat sebagai direktur intelijen nasional menyuarakan catatan yang sama pada hari Selasa. Avril Haines mengatakan selama sidang konfirmasi di depan Komite Intelijen Senat bahwa dia ingin menggunakan intelijen untuk lebih mendukung upaya untuk melawan tindakan tidak adil, ilegal, agresif dan koersif China.



[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
HALAMAN :
1 2 3 4 5 6
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading