Alamak! Pedagang Daging Sapi Mogok, Harga Siap-Siap Terbang

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
20 January 2021 10:56
Suasana Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur, Senin 15/6.  Untuk mencegah masifnya penyebaran Covid-19 di pasar-pasar tradisional Jakarta, PD Pasar Jaya mengambil beberapa kebijakan diantaranya menutup pasar dan menerapkan aturan ganjil-genap. Salah satunya di pasar Perumnas Klender. Aturan pasar ganjil genap mulai berlaku hari ini. Praktik ganjil-genap di pasar itu  berlaku sesuai dengan nomor kios. Apabila tanggal genap, maka kios yang buka hanya bernomor genap, begitu sebaliknya. Terlihat sejumlah pedagang mentaati aturan wajib menggunakan face shield dan masker ketika berjualan.  Untuk pembeli wajib mengenakan masker. Pasar hanya beroperasi sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. Salah satu pedagang kios baju anak dan muslim Guswandi mengatakan adanya peraturan ini membuat  penghasilan berkurang.

Jakarta, CNBC Indonesia - Kenaikan harga daging sapi tidak bisa terbendung dalam beberapa waktu terakhir. Akibatnya pedagang sapi terus mengalami kerugian yang tidak sedikit. Para pedagang melancarkan aksi mogok jualanĀ  mulai hari ini (20/1), setelah itu bakal ada standar baru harga daging sapi yang lebih tinggi.

Demi mencari solusi, Kementerian Perdagangan mempertemukan kedua pihak baik sisi hulu atau importir yakni Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo) serta sisi hilir dari pedagang sapi eceran yakni Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI)

Sayangnya, pertemuan ini baru terlaksana setelah ada kenaikan sapi dalam dua hingga tiga bulan terakhir. Hasil dari pertemuan ini deadlock alias tidak ada kesepakatan menurunkan harga.


Bukannya menurunkan harga, solusi yang muncul dari pertemuan itu bakal menaikkan harga. Pengambilan keputusan ini secara terpaksa demi bisa menghidupi kedua sektor.

"Pemerintah akan memberi rilis bahwa standardisasi harga eceran daging di pasar nggak lagi Rp 120 ribu, Rp 115 ribu, Rp. 105 ribu. Jadi standardisasi harga di tingkat pengecer Rp 130 ribu karena kenaikan harga sangat luar biasa," kata Ketua Umum APDI Asnawi kepada CNBC Indonesia, Selasa (19/1/21).

Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan juga meminta kepada pihak Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo) sementara waktu untuk jangka 2 bulan ke depan tidak ada kenaikan harga lagi timbang hidup sapi di feedloter, yaitu dengan harga Rp. 47.000,- s/d 48.500 per kg bobot hidup.

"Harga karkas di level Rp. 87 ribu, nilai jual rata-rata di 113,5-114 ribu/Kg. Sekarang timbang karkas harganya udah Rp. 96 ribu berati selisih angkanya ada kenaikan Rp. 9 ribu. Sekarang jual di harga yang sama, berarti yang didapat rugi," jelasnya.

Pedagang daging sapi di kawasan Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) berencana melancarkan aksi mogok jualan mulai hari ini, Rabu (20/1) sampai tiga hari ke depan. Aksi ini merupakan protes kepada pemerintah karena tingginya harga daging sapi di pasar sejak awal tahun.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ini Biang Kerok Harga Daging Sapi Makin 'Ganas' di 2021


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading