Mau Jadi Raja Baterai, Begini Cara RI Dekati LG-Panasonic!

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
06 January 2021 19:04
FILE PHOTO: Panasonic's logo is seen on a wall of an electronic shop in Tokyo February 3, 2012.   REUTERS/Kim Kyung-Hoon/File Photo                   GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah kian gencar mendorong penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB).  Guna mendorong percepatan pembangunan industri kendaraan listrik di Tanah Air, empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pun diminta bekerja sama membentuk Holding Indonesia Battery. Tak tanggung-tanggung, sejumlah perusahaan kelas dunia seperti LG, Panasonic hingga Tesla pun terus didekati.

Ketua Tim Percepatan Proyek Percepatan Pabrik Baterai Kendaraan Listrik (Electric Vehicle/ EV Battery) Nasional, Agus Tjahajana Wirakusumah mengatakan, sejak tim dibentuk oleh Menteri BUMN pada Februari 2020 lalu, tim telah membuat perencanaan untuk memilih mitra.


Mulanya tim mengenal ada 11 pemain baterai besar di dunia. Kriteria yang dilihat oleh tim untuk menentukan calon mitra adalah berdasarkan kemampuan, rekam jejak, keinginan untuk investasi, dan mereknya.

"Dari 11 pemain baterai di dunia, kita bisa keluar (pilih) enam, dan akhirnya bisa mendapatkan tiga yang terbaik dan kemudian kita berkomunikasi, yaitu dengan LG, Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) dari China dan kita berbincang-bincang dengan Jepang, dengan Panasonic," ungkapnya dalam wawancara bersama CNBC Indonesia, Rabu (06/01/2021).

Sambut Investasi Baterai Listrik, IBH Siap Bermitra Dengan LG (CNBC Indonesia TV)Foto: Sambut Investasi Baterai Listrik, IBH Siap Bermitra Dengan LG (CNBC Indonesia TV)
Sambut Investasi Baterai Listrik, IBH Siap Bermitra Dengan LG (CNBC Indonesia TV)

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya sudah menyadari jika kendaraan listrik di Indonesia saat ini belum pesat, sangat jauh jika berkaca ke China. Perihal pasar ini juga menjadi salah satu pertimbangan calon investor untuk mau berinvestasi di Tanah Air.

"Mitra kami melihat berapa besar market kami di sini. Hitungan yang ada di kami, di tim, dengan melihat proyeksi yang dilakukan oleh Kementerian Perindustrian dan tim sendiri yang lakukan perhitungan, kami melihat memang tidak terlalu besar sekali dibandingkan dengan China," jelasnya.

Dia mengatakan, berdasarkan perhitungan Kementerian Perindustrian, diproyeksikan pada 2025 mendatang baru akan ada sekitar 400 ribu unit kendaraan listrik di Indonesia. Perhitungan ini menurutnya masih dianggap kecil bagi pabrik baterai berskala internasional.

"Oleh karena itu, kita harus mengekspor kelebihan daripada kapasitas di hulu. Jadi, harus ada balance capacity dari hulu sampai hilir," tuturnya.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading