Internasional

Jack Ma yang Tenggelam dalam Perang Proksi AS-China

News - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
06 January 2021 09:50
INFOGRAFIS, Sederet Fakta, Jack Ma Hilang Bagai Ditelan Bumi

Jakarta, CNBC Indonesia - Jack Ma adalah perintis modernisasi Tiongkok menuju negeri digital, di mana internet menghubungkan semua denyut nadi kehidupan menuju masyarakat tanpa uang tunai. Kini, Bapak Digital itu tenggelam dalam pusaran geopolitik global.

Peran penting Jack Ma dalam mendigitalkan sistem keuangan di China terlihat dari layanan Alipay-unit usaha Alibaba yang didirikannya pada Februari 2004. Ia merupakan paltform layanan pembayaran dan transaksi online, mirip Gopay atau Ovo di Indonesia.


Namun berbeda dari kedua platform layanan terpopuler di Indonesia tersebut. Alipay memberi layanan yang lebih besar dari itu, menjadi semacam bank bayangan (shadow bank). Mereka menawarkan pembiayaan (bekerja sama dengan 100 bank), investasi (bekerja sama dengan 170 perusahaan manajer investasi), dan asuransi (menggandeng 90 perusahaan asuransi).

Beroperasi di negara terpadat dunia, Alipay pun mencetak pertumbuhan eksponensial hingga pada 2013 sukses menyalip PayPal sebagai platform pembayaran mobile yang terbesar di dunia. Kini, Alipay melayani 1 miliar pengguna dan 80 juta merchant.

qSumber: Prospektus

Dalam dokumen prospektus Penawaran Saham Perdana (Initial Public Offering/IPO) Ant Group (induk usaha Alibaba) yang dirilis otoritas bursa Hong Kong, volume pembayaran yang ditangani Alipay mencapai 118 triliun yuan per Juni 2020.

Angka tersebut setara dengan Rp 254,2 kuadriliun. Sebagai perbandingan, nilai belanja transaksi online di Indonesia baru diprediksi menembus angka Rp 1.000 triliun pada 2025-mengutip proyeksi perusahaan konsultan Bain & Co. Perlu 250 kali transaksi bagi Indonesia untuk menyamai Alipay.

Di atas kertas, Jack Ma bukanlah pengendali Alibaba, perusahaan e-commerce terbesar di China pengendali Alipay. Dia memang pendirinya, tetapi sepertiga saham Alibaba dipegang Softbank Jepang, milik Masayoshi Son.

Sebanyak seperlima lainnya (sekitar 22%) dipegang pelaku pasar di Wall Street termasuk di antaranya hedge fund Blackrock dan Altaba (milik perusahaan teknologi Yahoo). Jack Ma kini hanya memiliki 5,67% saham Alibaba.

Dalam prospektus IPO Ant Group, Alibaba disebutkan memiliki 33% saham Ant Group (melalui Hangzhou Alibaba dan Taobao Holding Ltd). Sebagai pendiri dan pemegang saham dominan, Ma disebut sebagai pengendali akhir Ant Group.

Dengan kata lain, Ant Group dipegang Ma dan juga para investor besar di belakang Alibaba (yakni Softbank, Blackrock dan Yahoo yang juga merupakan investor besar dan juga perusahaan yang tercatat di bursa New York).

Halaman 2>>>

Jack Ma Hilang, AS Balik Arah
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading