Pakai Mobil Listrik Lebih Murah, Benarkah?

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
05 January 2021 15:32
Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) resmi menggunakan mobil listrik sebagai kendaraan dinas untuk pertama kalinya. Hari ini, Selasa (29/12) PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) secara resmi menyerahkan tiga unit mobil listrik kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau yang akrab disapa Kang Emil. Ketiga mobil tersebut adalah 2 unit IONIQ Electric dan 1 unit KONA Electric. (Dok: Istimewa)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia kian serius dalam pengembangan mobil listrik. Salah satu keunggulan dari mobil jenis ini adalah irit biaya operasional. Bahkan perbandingan iritnya bisa 5x lipat dibanding mobil konvensional berbahan bakar minyak (BBM).

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) Jongkie Sugiarto mengakui keunggulan mobil listrik tersebut.

"Iya, memang pemakaian listriknya jauh lebih irit dibanding harga BBM," katanya kepada CNBC Indonesia, Selasa (5/1/21).


Keunggulan itu yang menjadi daya tawar kuat dalam pengembangan teknologinya. Sebagai perbandingan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sempat mengungkapkan bahwa dengan menggunakan mobil listrik, total ongkos pengisian dayanya jauh lebih irit.

"Mobil listrik ini sudah dicoba oleh tim PLN dari Jakarta ke Bali, yang apabila dengan BBM ongkosnya adalah Rp1,1 juta, maka dengan mobil listrik hanya Rp200 ribu. Hal ini tentunya sangat menghemat terutama di saat pandemi seperti ini," tegasnya.

Erick mengharapkan keberadaan mobil listrik nantinya juga akan mampu menekan impor BBM Indonesia. Karena kita harus mampu menjaga ketahanan energi nasional.

"Saat ini kita impor 1,5 juta barel per hari untuk BBM atau setara 200 triliun per tahun. Mobil listrik adalah solusi untuk mengurangi berpindahnya devisa ke luar negeri," paparnya.

Indonesia kini mengimpor Bahan Bakar Minyak (BBM) separuh dari kebutuhannya yang mencapai sekitar 1,3-1,5 juta barel per hari (bph). Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor setiap tahunnya tak pelak membuat kebutuhan BBM akan terus meningkat. Bila ini terus dibiarkan, maka ini akan semakin membebani negara.

Apalagi, listrik bersumber dari sumber energi di dalam negeri seperti batu bara dan gas yang melimpah, serta beragam sumber energi baru terbarukan seperti panas bumi, air, surya, angin, dan lainnya.

Dengan demikian, tak hanya bisa mengurangi impor BBM, tapi penggunaan kendaraan listrik turut mendorong pemanfaatan sumber energi domestik.

Hal tersebut diutarakan Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo kepada CNBC Indonesia. Dia mengatakan, hal tersebut juga sesuai dengan arahan Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir agar PLN mengubah pola konsumsi energi dari berbasis impor menjadi berbasis domestik.

"Yang penting lagi, Pak Menteri BUMN sampaikan konsumsi BBM dengan crude oil kita 1,3-1,5 juta barel per hari. Berapa sih yang diproduksi di Indonesia? cuma separuhnya, separuhnya lagi impor. Untuk itu, konsumsi menggunakan BBM ini energi berbasis impor. Pak Menteri di Bali sampaikan perlu ada perubahan pola konsumsi energi impor ke energi domestik," tuturnya kepada CNBC Indonesia, Senin (04/01/2021).


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading