Sri Mulyani Bawa Kado Mewah Mobil Listrik, Bos Hyundai Happy!

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
01 March 2022 14:10
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang di acara seremonial penyerahan mobil listrik sebagai kendaraan resmi untuk mendukung kegiatan presidensi  di Indonesia telah ditetapkan sebagai Presidensi G20 Tahun 2022, di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu, 24/11. Pemerintah bakal menggunakan kendaraan listrik sebagai alat transportasi resmi dalam perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada 2022. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 ke-15. Setiap tahunnya para negara anggota G20 bergilir untuk menjadi tuan rumah rangkaian kegiatan pertemuan organisasi tersebut. Setelah serah terima dari Italia, Indonesia akan memegang Presidensi G20 Tahun 2022 selama satu tahun.  (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menetapkan tarif khusus Bea Masuk impor nol persen untuk untuk mobil listrik dengan syarat tertentu. Pabrikan pun menyambut baik kebijakan ini, salah satunya adalah Hyundai. Insentif ini semacam 'kado' bagi perkembangan pasar mobil listrik di Indonesia karena akan menekan harga mobil listrik di Tanah Air.

"Saya udah tunggu lama kebijakan ini dan akhirnya tanggal 22 (Februari) ditandatangani oleh Bu Menteri (Sri Mulyani)," kata Chief Operating Officer (COO) Hyundai Motor Asia Pacific, Lee Kang Hyun kepada CNBC Indonesia, Selasa (1/3/22).

Industri mobil listrik bisa semakin bergairah akibat adanya regulasi baru ini. Pasalnya, sebelum munculnya aturan tersebut, masyarakat perlu merogoh lebih dalam demi bisa mendapatkan mobil listrik. Meskipun mobil CKD (completely knocked down) dan ICE (internal combustion engine) sudah mendapat insentif, namun belum berlaku pada mobil listrik.


"Sebenarnya Sekarang CKD, ICE saja bea masuknya 0% sesuai FTA (Free Trade Agreement). Tapi HS no mobil listrik belum ada, jadi harus bayar bea masuk 5%," jelas Lee.

Dengan adanya kejelasan regulasi yang baru, maka bisa menjadi jawaban bagi pabrikan dalam menjual produknya.

"Dengan PMK 13 ini bisa jadi bea masuknya 0% & bisa mendorong industri mobil listrik Indonesia lebih maju," sebut Lee.

Aturan batu ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK-13/MK.010/2022 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 6/PMK.010/2017 tentang Penetapan Sistem Klasifikasi Barang dan Pembebanan Tarif Bea Masuk atas Barang Impor yang ditetapkan tanggal 22 Februari 2022.

PMK ini menyasar IKD karena jenis ini dapat memberikan manfaat yang lebih besar untuk perekonomian domestik mengingat komponen KBLBB IKD yang belum lengkap dipenuhi dengan menggunakan komponen yang dihasilkan produsen dalam negeri.

Pemanfaatan impor CKD dan IKD ini dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2020 tentang Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Dalam Keadaan Terurai Lengkap dan Keadaan Terurai Tidak Lengkap.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Masih Banyak PR untuk Bikin Mobil Listrik Laku di Pasar RI


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading