Internasional

Heboh Indomie Ghana, Alat Barter Seks ke Harga Perbungkus

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
30 December 2020 09:45
Ilustrasi mie instan (Designed by Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Produk mie instan asal Indonesia yang saat ini telah mendunia, Indomie, baru-baru ini kembali menjadi perbincangan dunia maya. Pasalnya merek mie instan itu disebut-sebut menjadi alat transaksi seks bagi pemuda di Ghana, Afrika.

Hal ini terungkap di sebuah dialog nasional tentang kekerasan seksual dan berbasis gender dalam pandemi Covid-19. Seorang pakar gender dan ketenagakerjaan di sana, Bashiratu Kamal, mengungkapkan bahwa Indomie adalah salah satu penyebab meroketnya angka kehamilan remaja Ghana.


Dalam transaksi tersebut, gadis-gadis muda disana diiming-imingi beberapa barang-barang atas imbalan melakukan seks. Salah satu barang itu adalah Indomie.

Bahkan, para ibu-ibu disana menyarankan para putrinya untuk melakukan hal tersebut karena mereka merasa hal itu akan membawa kebaikan bagi putrinya.

"Dalam beberapa kasus, ada masalah 'seks transaksional', di mana beberapa orang tua juga mendorong anak-anak mereka untuk ikut serta, sehingga mereka bisa mendapatkan cukup uang untuk menghidupi diri sendiri," kata Bashiratu seperti dikutip World of Buzz, dikutip Rabu (30/12/2020).

"Orang tua mereka tidak bekerja, mereka di rumah dan mereka harus bertahan hidup.Jadi mereka melakukan ini untuk mendapatkan uang," paparnya lagi.

Padahal, harga Indomie sebenarnya tidak begitu mahal juga di Ghana. Dari data yang diperolehCNBC Indonesiadariportal belanja online Ghana Marketexpress.com, tertulis bahwa Indomie rasa bawang dan ayam dijual dengan harga 47 Cedi Ghana per karton yang berisi isi 40 bungkus.

Bila dirupiahkan maka harga Indomie satu karton adalah sekitar Rp 113 ribu. Lalu bila dibagi 40, maka diperoleh harga Indomie per bungkus sebesar Rp 2.800, tidak jauh berbeda dibanding di Indonesia yang berkisar Rp 2.500 per bungkusnya.

Namun bila melihat kondisi saat ini, ekonomi di negara pantai barat Afrika itu memang cukup tersengal-sengal. Dikutip dari Trading Economics, pandemi Covid-19 telah membuat Ghana mencatatkan resesi di 2020.

Ekonomi secara tahunan (yoy) di kuartal II dan kuartal III negatif, masing-masing -3,2% dan -1,1%. Selain itu ketimpangan yang besar juga terjadi di negara bintang hitam ini.

Menurut catatan Bank Dunia, nilai indeks gini Ghana pada 2016 adalah 43,5. Dalam hal ini, Ghana menempati urutan ke-21 dari 48 negara Sub-Sahara Afrika.


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading