Ini Daftar 20 Badan Usaha Pemasok Biodiesel 9,2 Juta KL 2021

News - Wilda Asmarini, CNBC Indonesia
25 December 2020 13:00
Launching Bahan Bakar B 30 (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Energi Baru Tarbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan 20 badan usaha pemasok Bahan Bakar Nabati (BBN) jenis biodiesel untuk kebutuhan dalam negeri pada 2021 dengan total alokasi sebesar 9,2 juta kilo liter (kl).

Alokasi pada tahun depan tersebut masih dengan asumsi penerapan program pencampuran biodiesel sebesar 30% ke dalam bahan bakar minyak (BBM) jenis solar atau biasa dikenal dengan B30.


Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengakui target penyerapan biodiesel pada 2021 tersebut lebih rendah dibandingkan dengan target 2020 ini. Hal ini juga dipicu lebih rendahnya realisasi penyerapan biodiesel pada tahun ini dibandingkan target awal yang telah ditentukan.

Dia mengatakan, hingga akhir Desember 2020, penyerapan biodiesel domestik diperkirakan hanya sebesar 8,5 juta kl atau 88% dari target tahun ini yang ditetapkan sebesar 9,6 juta kl. Lebih rendahnya realisasi dibandingkan target pada tahun ini menurutnya karena adanya pandemi Covid-19 dan terjadinya gagal suplai beberapa Badan Usaha BBN dalam penyaluran biodiesel.

Terkait penyaluran di tahun 2021, pemerintah telah menunjuk 20 Badan Usaha (BU) BBM dan BU BBN sebagai pemasok biodiesel. Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 252.K/10/MEM/2020 yang ditetapkan pada tanggal 18 Desember 2020.

Beberapa pemasok dalam jumlah besar antara lain PT Wilmar Nabati Indonesia mendapatkan alokasi sebesar 1,37 juta kl diikuti oleh PT Wilmar Bioenergi Indonesia sebesar 1,32 juta kkl. Kemudian ada PT Musim Mas dan PT Cemerlang Energi Perkasa yang akan mendistribusikan biodiesel masing-masing sebesar 882 ribu kl dan 483 ribu kl.

Berikut daftar 20 badan usaha pemasok dengan masing-masing kuota biodieselnya, dikutip dari Data Kementerian ESDM:

1. PT Batara Elok Semesta Terpadu, 273.274 kl
2. PT Bayas Biofuels, 349.180 kl
3. PT Cemerlang Energi Perkasa, 483.263 kl
4. PT Ciliandra Perkasa, 259.882 kl
5. PT Dabi Biofuels, 173.974 kl
6. PT Darmex Biofuels, 116.517 kl
7. PT Energi Unggul Persada, 318.953 kl
8. PT Intibenua Perkasatama, 287.944 kl
9. PT Kutai Refinery Nusantara, 398.979 kl
10. PT LDC Indonesia, 386.610 kl
11. PT Multi Nabati Sulawesi, 392.996 kl
12. PT Musim Mas, 882.530 kl
13. PT Pelita Agung Agriindustri, 218.618 kl dan 239.215 kl.
14. PT Permata Hijau Palm Oleo, 396.793 kl
15. PT Sinarmas Bio Energy, 364.700 kl
16. PT SMART Tbk, 352.782 kl
17. PT Sukajadi Sawit Mekar, 261.767 kl
18. PT Tunas Baru Lampung Tbk, 342.311 kl
19. PT Wilmar Bioenergi Indonesia, 1.324.226 KL
20. PT Wilmar Nabati Indonesia, 1.375.486

TOTAL, 20 badan usaha, 9.200.000 kl

Sebagai informasi, saat ini telah terdaftar 41 badan usaha BBN yang telah memiliki Izin Usaha Niaga (IUN) BBN dengan total kapasitas 14,75 juta kl, yang terdiri dari 27 badan usaha BBN yang aktif dan 14 badan usaha BBN yang tidak aktif.

Disamping itu, terdapat 1 BU BBN yang melakukan perluasan pabrik biodiesel dengan kapasitas 478 ribu kl dan 3 BU BBN yang sedang melakukan pembangunan pabrik biodisel baru dengan kapasitas total 1,57 juta kl dan akan mengajukan IUN BBN pada 2021.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading