Tok! Biodiesel Domestik Dipatok 9,2 Juta KL di 2021

News - Wilda Asmarini, CNBC Indonesia
25 December 2020 10:30
Menteri ESDM Ignasius Jonan melepas road test B30 di gedung KESDM, Jakarta, Kamis (13/6). B30 akan menggantikan pemakaian BBM impor sebesar 55 juta barel. B30 akan menggantikan pemakaian BBM impor sebesar 55 juta barel. Menteri ESDM Ignasius Jonan didampingi Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, me-launching Road Test Penggunaan Bahan Bakar B30 (campuran biodiesel 30% pada bahan bakar solar) pada kendaraan bermesin diesel. Launching Road Test B30 ditandai dengan pelepasan keberangkatan 3 unit truk dan 8 unit kendaraan penumpang berbahan bakar B30 yang masing-masing akan menempuh jarak 40 ribu dan 50 ribu kilometer. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Energi Baru Tarbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan volume alokasi Bahan Bakar Nabati (BBN) jenis biodiesel untuk dalam negeri pada 2021 sebesar 9,2 juta kilo liter (kl).

Alokasi pada tahun depan tersebut masih dengan asumsi penerapan program pencampuran biodiesel sebesar 30% ke dalam bahan bakar minyak (BBM) jenis solar atau biasa dikenal dengan B30.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengakui target penyerapan biodiesel pada 2021 tersebut lebih rendah dibandingkan dengan target 2020 ini. Hal ini juga dipicu lebih rendahnya realisasi penyerapan biodiesel pada tahun ini dibandingkan target awal yang telah ditentukan.


"Penurunan tersebut disebabkan karena dampak pandemi Covid 19 yang diperkirakan pada tahun 2021 masih berlanjut," kata Dadan seperti dikutip dari keterangan resmi Kementerian ESDM.

Dia mengatakan, hingga akhir Desember 2020, penyerapan biodiesel domestik diperkirakan hanya sebesar 8,5 juta kl atau 88% dari target tahun ini yang ditetapkan sebesar 9,6 juta kl. Lebih rendahnya realisasi dibandingkan target pada tahun ini menurutnya karena adanya pandemi Covid-19 dan terjadinya gagal suplai beberapa Badan Usaha BBN dalam penyaluran biodiesel.

Terkait penyaluran di tahun 2021, Pemerintah telah menunjuk 20 Badan Usaha (BU) BBM dan BU BBN sebagai pemasok biodiesel. Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 252.K/10/MEM/2020 yang ditetapkan pada tanggal 18 Desember 2020.

Adapun untuk Badan Usaha pemasok biodiesel, antara lain PT Wilmar Nabati Indonesia mendapatkan alokasi sebesar 1,37 juta kl diikuti oleh PT Wilmar Bioenergi Indonesia sebesar 1,32 juta kl. Kemudian ada PT Musim Mas dan PT Cemerlang Energi Perkasa yang akan mendistribusikan biodiesel masing-masing sebesar 882 ribu kl dan 483 ribu kl.

Sebagai informasi, saat ini telah terdaftar 41 BU BBN yang telah memiliki Izin Usaha Niaga BBN dengan total kapasitas 14,75 juta kl, yang terdiri dari 27 BU BBN yang aktif dan 14 BU BBN yang tidak aktif.

Disamping itu, terdapat 1 BU BBN yang melakukan perluasan pabrik biodiesel dengan kapasitas 478 ribu kl dan 3 BU BBN yang sedang melakukan pembangunan pabrik biodisel baru dengan kapasitas total 1,57 juta kl dan akan mengajukan IUN BBN pada tahun 2021.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading