Putin Diam-Diam Siapkan Bom Rahasia Hipersonik, Apa Itu?

News - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
18 December 2020 20:35
In this photo released Tuesday, July 28, 2020, by Sepahnews, missiles are fired in a Revolutionary Guard military exercise. Iran's paramilitary Revolutionary Guard fired a missile from a helicopter targeting the mock-up aircraft carrier in the strategic Strait of Hormuz. That's according to footage aired on state television on Tuesday. Iranian commandos also fast-roped down from a helicopter onto the replica in the footage from the exercise called

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa negaranya sedang mengembangkan senjata 'hipersonik' baru. Pengembangan ini menurutnya dipicu oleh Amerika Serikat (AS). Pernyataan ini disampaikan pada jumpa pers tahunannya yang diadakan pada hari Kamis (17/12/2020).

Dikutip dari media Rusia TASS, Putin menyampaikan bahwa negaranya sedang mengembangkan senjata paling canggih, termasuk sistem rudal hipersonik Avangard yang kecepatannya melebihi Mach 20 dan rudal jelajah anti-kapal hipersonik jarak jauh Tsirkon yang terbang lebih dari delapan kali kecepatan suara

"Selain itu, (rudal Tsirkon) dapat ditempatkan baik di kapal induk maupun di kapal permukaan dan bawah permukaan. Di mana dapat ditempatkan? Di perairan netral. Jadi, Anda dapat menghitung jarak dan kecepatan dan semuanya akan menjadi jelas. Apakah ini mengubah dan mempengaruhi situasi entah bagaimana? Tentu saja, itu mengubah dan mempengaruhinya, " kata presiden Rusia yang juga pakar intelijen itu.


Pengembangan itu ia katakan dipicu oleh Amerika Serikat (AS) yang telah membawa hubungan kedua negara dalam konflik baru. Seperti dituliskan Sky News, Pemimpin Rusia itu ingin AS menyetujui perpanjangan satu tahun dari perjanjian START, yang menjaga keseimbangan nuklir antara kedua negara dan berakhir pada Februari. Namun hingga saat ini belum ada kelanjutan yang pasti dilakukan oleh Gedung Putih.

Putin juga berharap bahwa presiden terpilih Joe Biden mampu menyelesaikan persoalan ini.

Secara garis besar, hubungan AS dan Rusia di era Donald Trump tidak begitu menegangkan. Bahkan Putin telah lama dituduh membantu Trump terpilih di AS. Tetapi berulang kali ia mengatakan kepada wartawan bahwa peretas tidak ada hubungannya dengan Pemilu.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading