Bye-bye, Rusia Tak Boleh Ikut Olimpiade Tokyo & Beijing 2022

Lifestyle - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
18 December 2020 13:33
Greek Evzones guards stand next to Japan, Olympic and Greece flags, from left, during the flame lighting ceremony at the closed Ancient Olympia site, birthplace of the ancient Olympics in southern Greece, Thursday, March 12, 2020, 2020. Greek Olympic officials are holding a pared-down flame-lighting ceremony for the Tokyo Games due to concerns over the spread of the coronavirus. Both Wednesday's dress rehearsal and Thursday's lighting ceremony are closed to the public, while organizers have slashed the number of officials from the International Olympic Committee and the Tokyo Organizing Committee, as well as journalists at the flame-lighting. (AP Photo/Yorgos Karahalis)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar mengejutkan datang dari dunia olahraga. Rusia tak boleh menggunakan nama, bendera dan lagu kebangsaan di dua olimpiade yang akan dilakukan, di Tokyo tahun depan dan Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing.

Negara ini juga tak akan bisa tampil di Piala Dunia 2022 di Qatar. Ini terjadi setelah Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), resmi mengeluarkan keputusan pada Kamis (17/12/2020) terkait laporan Badan Anti Doping Dunia (WADA), soal doping yang digunakan atlet Rusia di Omipiade Musim Dingin Sochi 2014.


Meski demikian, atlet dan tim dari Rusia masih diizinkan untuk berkompetisi. Mereka akan menggunakan bendera netral. Namun para atlet harus membuktikan bahwa mereka tak ada hubungan dengan kasus doping.Nama Rusia juga bisa dipertahankan di seragam.

Presiden WADA Witold Banka memuji hasil sidang ini. Meski demikian, larangan lebih sedikit dari yang mereka ajukan sebelumnya. WADA meminta CAS menghukum Rusia dengan tak bias mengikuti kejuaraan selama empat tahun.

"(CAS) dengan jelas mendukung temuan kami bahwa pihak berwenang Rusia dengan berani dan ilegal memanipulasi data Laboratorium Moskow dalam upaya untuk menutupi skema doping yang dilembagakan," katanya dikutip dari Associated Press, Jumat (18/12/2020).

Badan Anti Doping Rusia (Rusada) juga diperintahkan membayar sebesar US$ 1,27 juta ke WADA guna menutup biaya penyelidikan. Rusia juga diminta membayar denda US$ 100.000 dan diperintahkan membayar 400.000 franc Swiss untuk biaya hukuman.

Sementara itu, Presiden Komite Olimpiade Rusia, Stanislav Pozdnyakov mengecam keputusan CAS. Pasalnya meski memperbolehkan atlet bermain namun pejabat dan petinggi Rusia, termasuk Presiden Vladimir Putin dilarang hadir di olimpiade.


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading